Showing posts with label Cyber crime. Show all posts
Showing posts with label Cyber crime. Show all posts
, ,   |  No comments  |  

Remaja Inggris Umur 19 Tahun Dituntut Atas Serangan Peretas

Ryan Cleary dituduh berkerjasama dengan kelompok peretas Lulz Security yang menargetkan situs-situs pemerintah dan bisnis di seluruh dunia.

Kepolisian Inggris telah menuduh seorang remaja pria berusia 19 tahun melakukan kejahatan-dunia-maya, setelah penangkapannya awal pekan ini terkait peretas-peretas internasional.

Pejabat-pejabat kepolisian mengatakan Ryan Cleary dijadwalkan hadir di pengadilan hari Kamis, untuk menghadapi lima tuduhan – termasuk meretas situs resmi Badan Kejahatan Terorganisir Inggris. Cleary ditangkap hari Senin di rumahnya di Wickford – sebuah kota di London timur.

Kelompok peretas menyerang situs internet dengan cara membanjirinya dengan lalulintas internet (foto: ilustrasi)

Polisi menuduh Cleary menyerang situs badan itu dengan membanjirinya dengan lalulintas internet – yang dikenal sebagai serangan “yang melumpuhkan situs internet”.

ryan cleary hacker
Cleary dicurigai berkerjasama dengan kelompok peretas Lulz Security yang menargetkan situs-situs pemerintah dan bisnis di seluruh dunia.

Polisi mengatakan laki-laki itu dituduh melanggar undang-undang Inggris tentang penyalahgunaan komputer.

Lulz Security adalah satu dari dua kelompok peretas digital paling aktif. Lainnya dikenal sebagai “anonymous”.

Lulz dituduh telah menyerang situs dan mencuri data swasta seperti “kata sandi dan nama log-in”, tetapi mengatakan mereka melakukan hal ini sebagai “hiburan” dan yang bersangkutan mengungkap lubang-lubang keamanan dunia maya organisasi itu.

Kelompok itu belum lama ini mengklaim lewat twitter bahwa mereka berada di balik serangan atas situs badan penangangan kejahatan polisi Inggris dan CIA, Sonny Corporation serta Senat Amerika.

Polisi Inggris bekerjasama dengan FBI untuk menangkap Cleary.  Lulz mengatakan di twitter, bahwa Cleary hanya “terlibat sedikit” dengan kegiatan kelompok itu.


[Sumber : VOA Indonesia]
, ,   |  No comments  |  

Woww.. Peretas Bobol ATM di 27 Negara, Jarah US$45 Juta

NEW YORK/BOSTON — Dalam salah satu perampokan bank terbesar yang pernah ada, sebuah lingkaran kejahatan dunia maya global mencuri US$45 juta dari dua bank Timur Tengah dengan meretas perusahaan pemroses kartu kredit dan menarik uang dari anjungan tunai mandiri (ATM) di 27 negara, termasuk Indonesia.

Departemen Kehakiman AS menuduh delapan pria membentuk sel organisasi berbasis di New York itu, dan mengatakan tujuh orang diantaranya telah ditangkap. Pria kedelapan, diduga pemimpin sel, dilaporkan telah dibunuh di Republik Dominika pada 27 April.

Loretta Lynch, Jaksa Distrik Timur New York, dalam jumpa pers mengenai pembobolan bank masif di 27 negara.

Para pemimpin lingkaran tersebut diyakini ada di Amerika Serikat namun para jaksa penuntut menolak memberikan detail karena penyelidikan masih berjalan. Yang jelas adalah cakupan dan kecepatan kejahatan ini: Dalam salah satu serangan, hanya dalam tempo lebih dari 10 jam, $40 juta dijarah dari ATM di 24 negara dengan melibatkan 36.000 transaksi.

“Bergerak secepat data di Internet, organisasi ini merambah sistem komputer korporasi internasional ke jalanan di New York City,” ujar Jaksa Distrik Timur New York Loretta Lynch.

Para tersangka di New York adalah warga negara AS dari Republik Dominika, tinggal di pinggir kota New York City dan sebagian besar berumur 20an.

Dalam kasus ini ada dua serangan terpisah, satu pada Desember dengan jarahan $5 juta di seluruh dunia dan satu pada Februari dengan $40 juta. Skema ini melibatkan serangan di dua bank, Rakbank di Uni Emirat Arab dan Bank of Muscat di Oman.

ATM yang dijarah ada di Jepang, Rusia, Rumania, Mesir, Kolombia, Inggris, Sri Lanka, Kanada, Indonesia dan negara-negara lain.

Para ahli dunia maya mengatakan mereka yakin operasi seperti ini memerlukan pekerjaan beberapa ratus orang, sedikitnya beberapa diantaranya peretas berkemampuan tinggi untuk menembus sistem finansial yang dilindungi sangat baik.

“Para peretas hanya perlu menemukan satu kerapuhan untuk menyebabkan kerusakan jutaan dolar,” ujar Mark Rasch, mantan jaksa pidana dunia maya di Bethesda, Maryland.

Kelompok itu menyasar bank-bank Timur Tengah agak ketinggalan dalam hal keamanan dan teknologi penyaringan untuk mencegah penipuan semacam ini, namun hal ini terjadi di seluruh dunia.

Beberapa kesalahan ada di garis magentik di belakang kartu. Beberapa negara telah meninggalkan kartu dengan garis magnetic dan menyukai kepingan di dalam kartu yang hampir mustahil dijiplak.

Tidak jelas apakah bank-bank tersebut mendapatkan uangnya kembali. (AP/Reuters)


[Sumber: VOA Indonesia]
, , ,   |  No comments  |  

Sistem Komputer Bank Sentral AS Diretas

Sistem Komputer Bank Sentral AS Diretas

WASHINGTON - Federal Reserve AS, Rabu, mengakui sistem komputernya diakses oleh para peretas (hacker) tetapi mengatakan kejadian tersebut tidak mempengaruhi "operasi penting" bank sentral.

Pengakuan itu terjadi beberapa hari setelah kelompok peretas yang dikenal sebagai "Anonymous" mengklaim telah menempatkan informasi pribadi dari sekitar 4 ribu bankir, konon diperoleh dari Fed.

"Sistem Federal Reserve menyadari informasi itu diperoleh dengan mengeksploitasi kerentanan sementara di situs produk vendor," seorang juru bicara Federal Reserve mengatakan dalam sebuah pernyataan menanggapi sebuah permintaan AFP.

"Kerentanan itu telah diperbaiki, tak lama setelah penemuan dan tidak lagi merupakan masalah. Kejadian ini tidak mempengaruhi operasi penting dari Sistem Federal Reserve."

Pada Senin, sebuah akun Twitter terkait Anonymous yang disebut 'Operation Last Resort', dalam kicauannya mengklaim telah memperoleh dan mengirim "4k banker d0x melalui Fed."

Kelompok ini menyatakan, pihaknya mengambil tindakan tersebut sebagai respon atas peristiwa bunuh diri Aaron Swartz pada bulan lalu, seorang advokat kebebasan internet yang dituntut untukjutaan unduhan ilegal artikel jurnal akademis yang diduga direncanakan akan didistribusikan secara gratis.

"Tragedi ini merupakan dasar bagi reformasi undang-undang kejahatan komputer, dan jaksa yang terlalu bersemangat," akun Twitter menyatakan.

Peristiwa itu terjadi setelah Departemen Energi AS menegaskan pihaknya menjadi target serangan cyber pada Januari, yang mencuri data karyawan dan kontraktor.

Berita itu juga muncul setelah terungkapnya serangan cyber profil tinggi yang menargetkan media berita AS termasuk "The New York Times" dan "The Wall Street Journal" yang dikatakan berasal dari Cina.

Ref : REPUBLIKA.CO.ID 06-Feb-3013
,   |  No comments  |  

Petisi untuk hacker pembobol situs Presiden SBY

Dunia IT di indonesia sekarang ini sedang panas karena kasus penangkapan seorang lamers muda bernama Wildan Yani S Hari (22) karena telah men-deface situs Presidensby.info beberapa hari lalu

Terkait kasus Wildan dan serangan atas situs-situs pemerintah yang terjadi beberapa saat lalu, ada juga pihak yang membuat satu petisi keadilan untuk Wildan.

Dunia IT di indonesia sekarang ini sedang panas karena kasus penangkapan seorang lamers muda bernama Wildan Yani S Hari (22) karena telah men-deface situs Presidensby.info beberapa hari lalu.

Karena penangkapan tersebut serta informasi simpang siur yang mengatakan bahwa Wildan akan mendekam di penjara selama 12 tahun atau lainnya, menjadikan kubu Anonymous Indonesia, Anonymous dan banyak hacker lainnya berang.

Aksi protes atas kasus Wildan ini dilakukan dengan cara pelancaran serangan terhadap banyak situs pemerintah. Tidak hanya serangan saja, ada satu gerakan berupa petisi keadilan untuk Wildan.

Dalam petisi ini sang pembuat dengan nick name BixBux menginginkan dukungan semua pihak agar dapat bersama memohon untuk pembebasan Wildan. Ada satu hal yang menarik yang dapat direnungkan dalam tulisan di petisi tersebut.

"Wildan adalah seorang penjaga warnet di Jember, lulusan SMK. Karena keisengannya dia berhasil nge-hack website www.presidenSBY.info. Dari hasilnya, terlihat jelas Wildan bukan hacker professional. Sekarang Wildan dituntut 12 Tahun penjara untuk apa yang sudah dia kerjakan. Pantaskah itu? Bandingkan dengan Angelina Sondakh yang korupsi uang rakyat hanya dihukum 4,5 tahun penjara, atau Rasyid Rajasa, yang menewaskan orang lain, sampai sekarang belum juga ditangkap. ADILKAH ITU? Pakai hashtag : #OpFreeWildan untuk menyampaikan suaramu!"

Apabila Anda menganggap kasus Wildan ini berat sebelah dan ingin menyalurkan dukungannya, Anda dapat mengakses petisi tersebut di situs Change.org.

Ref : Merdeka.Com 31-Jan-2013
, ,   |  No comments  |  

Anonymous lancarkan serangan ke situs pemerintah Indonesia


Kasus Wildan, seorang tamatan STM yang berhasil mengubah tampilan situs Presidensby.info berujung protes dari banyak pakar IT Indonesia.

Beberapa hari lalu, halaman depan situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berganti. Pergantian tampilan tersebut ternyata disebabkan oleh seorang lamers muda yang berhasil mengetahui hole website dan mengganti tampilannya dengan tampilan kelompoknya.

Sang defacer yang diketahui bernama Wildan ini langsung dicokok pihak kepolisian dan diinterogasi. Dari hasil interogasinya, ternyata Wildan melakukan aksi tersebut hanya berlandaskan iseng belaka dan tidak ada muatan apapun.


Namun dikarenakan pemberitaan di media terlalu heboh, banyak orang khususnya beberapa 'orang pinter' di dunia IT yang terpancing. Salah satunya adalah hacktivist Anonymous 'cabang' Indonesia.

Karena di dalam twitnya tersebut, pihak Anon Indonesia menggunakan hashtag #OpFreeWildan serta #Anonymous, maka secara cepat twit tersebut beredar dan diikuti banyak pihak. Bahkan Anonymous 'cabang dunia' juga merespon hal ini.

Respon yang disertai dengan serangan tersebut mengakibatkan beberapa situs pemerintah berhasil rontok, seperti Bandung.Imigrasi.go.id, Indonesia.go.id dan Polri.go.id.

Sampai saat ini, hanya Bandung.Imigrasi.go.id saja yang masih belum pulih, sedangkan Indonesia.go.id dan Polri.go.id telah normal kembali. Dalam twit lanjutannya, pihak Anon segera membidik target utama Presidenri.go.id dan Presidensby.info.

Namun, saat ini pihak Anon Indonesia mengatakan untuk menghentikan serangan dulu dan akan memantau proses hukum atas kasus Wildan.

Ref : Merdeka.Com 31-Jan-2013
, ,   |  No comments  |  

Hacker berhasil curi data di FBI, NASA, Interpol dan Pentagon

Hacker berhasil curi data di FBI, NASA, Interpol dan Pentagon

Dikarenakan munculnya wacana untuk lebih memperketat lalu lintas internet, sebuah kelompok peretas berhasil melakukan protes dengan membobol sekuritas beberapa badan penting Amerika Serikat.

Seperti yang dilansir TG Daily (11/12), sebuah kelompok peretas yang mengatasnamakan dirinya Team GhostShell yang selama ini masih memiliki hubungan dengan hacktivist Anonymous mengatakan bahwa mereka berhasil mendapatkan sekitar 1,6 juta account milik anggota pemerintahan, militer dan pebisnis.

Team tersebut mengatakan bahwa mereka mendapatkan account itu menggunakan apa yang disebut Project White Fox. Mereka juga menjelaskan bahwa serangannya tersebut berhasil membuat lumpuh FBI, Pentagon, Federal Researve, Interpol, NASA, ESA dan
banyak lagi.

Mereka melakukan tindakan ini karena tidak setuju akan rencana International Telecommunication Union (ITU) yang ingin menjadikan internet sebagai tempat yang tidak lagi bebas berekspresi. Dalam pernyataannya, Team GhostShell telah mempublikasikan secara online account yang berisi data pribadi tersebut ke internet.

"Kami mengirimkan email ke banyak organisasi, badan pemerintah dan perusahaan. Setelah mereka membuka email tersebut, secara otomatis 'racun' yang ada di dalamnya menyebar secara cepat. Itu adalah kado Natal dari kami," ungkap salah seorang anggota GhostShell. Sampai sekarang belum ada konfirmasi terkait masalah pembobolan tersebut.

Ref : Merdeka.Com 12-Des-2012
, ,   |  No comments  |  

Lima Hacker Tertangkap Karena Kekonyolannya

Apakah hacker atau peretas selalu orang yang pintar? Mungkin. Tapi mereka manusia, yang bisa salah atau bahkan teledor. Ketika orang mengira hacker adalah orang pintar, Alan Wlasuk, CEO dari situs 403 Web Security, justru menampilkan hacker yang sangat teledor dan konyol. Berikut lima hacker konyol itu.

1. Hacktivist Bangladesh, Shahee Mirza. 

Dia mengubah tampilan web milik Batalion Rapid Action, militer pemerintah Bangladesh. Dia menulis pesan,
"PEMERINTAH TAK MELAKUKAN APAPUN UNTUK MENGEMBANGKAN SEKTOR IT DI BANGLADESH. MALAH MEMBUAT UNDANG UNDANG ANTI CYBER CRIME. KALIAN TAK TAHU APA ITU CYBER CRIME DAN TAK TAHU BAGAIMANA MELINDUNGI DIRI SENDIRI. DENGAR, HACKER BUKANLAH PENJAHAT. MEREKA 10 KALI LIPAT DARI PADA AHLI MILIK PEMERINTAH (dibajak di Bangladesh, oleh SHAHEE_MIRZA)."
Pemuda 21 tahun itu akhirnya mendapat ganjaran kurungan sepuluh tahun.


2. iPhone Sayaka Fukuda lenyap di jalanan Kota New York. 

Tak ada jejak untuk menemukannya. Konyolnya, Daquan Mathis, si pencuri itu, malah mengambil foto dengan iPhone itu. Fotonya masih dengan pakaian yang sama saat menjambret Fukuda. Dari e-mail Fukuda yang ada di iPhone itu, Mathis mengirim foto itu ke e-mail-nya sendiri. Nahas, akun e-mail iPhone Fukuda bisa diakses di Internet. Berbekal foto dan e-mail itu, dengan mudah Mathis dilacak dan ditangkap.


3. Tahun lalu, e-mail bintang Kelly Osborne dibajak oleh hacker. 

Konyolnya, si hacker tak hanya ingin membaca e-mail lampau yang sudah dikirimkan ke e-mail tersebut. Hacker itu juga ingin membaca e-mail baru di inbox Kelly. Caranya, dia meneruskan e-mail di inbox Kelly ke e-mail-nya sendiri. Alhasil, polisi bisa langsung melacak si hacker.


4. Sammy Kamkar terkenal karena virus ‘Samy Worm’. 

Dia bertanggung jawab atas serangan virus lebih dari 1 juta akun MySpace pada tahun 2006. Di tiap akun yang dibajak, dia memampangkan banner 'Samy adalah Pahlawanku’. Samy juga membanggakan prestasi hacking ini dalam blognya. Sayang, blog itu berisi foto dirinya dengan latar yang mudah dikenali sehingga Samy mudah ditemukan polisi.


5. Eduard Lucian Mandru adalah hacker yang sangat pintar. 

Pada 2006, sistem komputer di Departemen Pertahanan Amerika Serikat menjadi korban ulahnya. Ulahnya ini tak terdeteksi selama bertahun-tahun. Karena pihak berwenang hanya punya satu petunjuk alamat e-mail (wolfenstein_ingrid@yahoo.com). Namun Mandru teledor dan tertangkap pada tahun 2009. Pasalnya, dia menggunakan e-mail yang sama dalam lamaran pekerjaan yang ia kirimkan ke beberapa lowongan.

Ref : Tempo.co 17-Oct-2011
,   |  No comments  |  

Interpol Klaim Tangkap 25 Anggota Anonymous

Interpol Klaim Tangkap 25 Anggota Anonymous

Interpol mengatakan telah mengamankan 25 orang yang diduga anggota gerakan peretas populer, Anonymous. Penangkapan dilakukan dalam sebuah operasi yang digelar di seluruh Eropa dan Amerika Selatan.

Badan polisi internasional itu mengatakan dalam sebuah pernyataan, penangkapan dilakukan antara lain di  Argentina, Cile, Kolombia, dan Spanyol. Penangkapan dilakukan aparat penegak hukum di negera-negara itu, dengan dukungan unit kejahatan cyber Interpol.

Para tersangka, yang berusia antara 17 hingga 40 tahun, dituduh merencanakan serangan cyber terkoordinasi terhadap institusi termasuk Kementerian Pertahanan dan situs kepresidenan Kolombia, perusahaan listrik dan perpustakaan nasional Cile, serta target lainnya.

Penangkapan menyusul investigasi yang sedang berlangsung dimulai pada pertengahan Februari. Bersama tersangka, disita juga barang bukti berupa 250 item peralatan IT dan ponsel. Menurut sumber Interpol, penangkapan dilakukan setelah pencarian di 40 tempat di 15 kota.

Di ibukota Cile, pejabat kepolisian Jamie Jara mengatakan pada konferensi pers bahwa pihak berwenang menahan lima warga Cile dan Kolombia. Dua dari Cile berusia di bawah 17 tahun.

Kasus ini sekarang ditangani oleh jaksa Marcos Mercado, yang mengkhususkan diri dalam kejahatan cyber. Ia mengatakan para tersangka didakwa dengan  mengubah situs web, termasuk Perpustakaan Nasional Cile, dan  perusahaan listrik Endesa dan Hidroaysen. Hukumannya bervariasi mulai dari 541 hari sampai lima tahun penjara, katanya.

Interpol bermarkas di Lyon, Perancis. Organisasi ini tidak memiliki kekuatan penangkapan atau penyelidikan tapi bisa membantu pasukan polisi di seluruh dunia melalui bekerja sama dan saling berbagi informasi intelijen.

Anonymous menjadi populer setelah penyerangan ke sejumlah situs web yang semula dianggap tak mungkin tertembus. Kelompok ini juga dianggap sebagai pendukung utama Wikileaks.

Pihak berwenang di Eropa, Amerika Utara dan tempat lain telah membuat puluhan penangkapan. Sejak itu, Anonymous semakin 'rajin' menyerang penegak hukum, militer, dan intelijen sebagai balas dendam.

Salah satukerja Anonymous yang paling spektakuler antara lain diam-diam merekam  konferensi jarak jauh antara peneliti AS dan Inggris yang bertugas membawa kelompok itu ke pengadilan.

Anonymous tidak memiliki struktur keanggotaan yang nyata. Peretas, aktivis, dan siapa saja bisa bergabung, asal visinya sama.

Ref : Tempo.co 29-Feb-2012
, ,   |  No comments  |  

Kominfo Seharusnya Banyak Belajar dari Hacker

Kominfo Seharusnya Banyak Belajar dari Hacker

Kasus diretasnya situs presiden Republik Indonesia, Presidensby.info oleh pelaku yang merupakan lulusan SMK di Jember, Wildan Yani Ashari (WYA), harus bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia. Hal ini penting, agar kasus serupa seperti jebolnya server maupun dialihkannya domain website pemerintah tidak terulang kembali.

Hal ini pun mendapatkan tanggapan oleh pakar telematika, Abimanyu Wachjoewidajat, yang mengatakan seharusnya pemerintah banyak belajar dari para hacker. Bahasa "pembinaan" terhadap hacker ini, menurutnya tidak tepat dan justru pemerintah yang harus menimba ilmu kepada para hacker.

"Untuk Menkominfo, bagi saya bahasanya bukan pembinaan, tetapi belajarlah kepada para hacker ini. Karena buktinya mereka lebih mampu. Ini yang jaga situs presiden SBY, dimodalin software, tetapi kemudian masih tembus, berarti ia tidak bener-benar menjaga," jelas Abimanyu kepada Okezone via telefon, Kamis (31/1/2013).

Abimanyu, yang akrab di sapa Abah ini menjelaskan bahwa dalih mengenai situs SBY hanya dialihkan Domain Name System atau DNS-nya ialah tidak benar. "Sudah jelas bahwa apa yang terjadi di situs itu ialah di-hack. Sudah dilakukan deface, tidak mungkin melakukan deface tanpa melakukan hacking," terangnya.

Ia mengatakan, pihak pengelola atau penjaga situs sebaiknya mengaku bahwa situs SBY telah berhasil disisipi. Meskipun demikian, tampilan website Presidensby.info pada 9 Januari 2013 mengalami perubahan, yang menampilkan latar belakang hitam serta tertampil tulisan "Jember hacker team". Namun, isi website kabarnya tidak mengalami modifikasi sedikitpun.

Seperti yang pernah diberitakan, situs pemerintahan sebelumnya juga pernah diserang. Bahkan, dalam pernyataannya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengatakan serangan ini bukan serangan yang ke 2 atau 5 kali.

Menurut Tifatul, di 2012, tercatat ada 36,6 juta kali serangan situs pemerintah. Artinya, 125 ribu kali sehari.

Abah mengungkapkan, situs-situs pemerintahan ini sudah sejak lama diserang oleh pihak tertentu. "Dalam telematika tidak ada kata istilah iseng. Server-nya diserang, (ujung-ujungnya) minta anggaran untuk upgrade," pungkasnya.

Ref : PlasaMSN 31-Jan-2013
, ,   |  No comments  |  

Protes Wildan, Hacker Serang Situs Pemerintah

Protes Wildan, Hacker Serang Situs Pemerintah

Ditangkapnya Wildan, hacker peretas situs presidensby.info memancing reaksi dari hacker lain. Salah satunya kelompok hacker Anonymous. Sejumlah situs pemerintah satu persatu diserang.

Ditangkapnya Wildan, hacker peretas situs presidensby.info memancing reaksi dari geng hacker lain. Sejumlah situs pemerintah yang berakhir .go.id satu persatu diserang.

"Government of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon http://t.co/imUWTM98," demikian pernyataan yang disampaikan hacker.

Hingga Rabu (30/1/2013) dini hari, hacker masih beraksi menumbangkan beberapa situs pemerintah. Sebagian situs tampilannya di-deface dan diganti dengan pesan berisi peringatan. Salah satunya sub domain situs Mahkamah Agung yang beralamat di rakernas.mahkamahagung.go.id.

"Wahai pemerintah, dengar suara ini. Janganlah kau menjadi tirani, dengan membekap kebebasan kami Hacker bukan perusak, Defacer bukan maling dan tukang korupsi Sehingga harus kau pasung di dalam bui.

Wahai pemerintah, bukalah mata dan telinga Kami hanya tunjukkan kelemahan di system anda Supaya anda bisa memperkuat semua akses data Kenapa harus kau hadiahi dengan penjara dan denda.

Wahai pemerintah, harusnya kau bijak dan tidak berpaling Bina kami untuk kembangkan seni hacking Karena kami selalu siap mem-backing Ketika ada serangan defacing dari negara asing."

Demikian bunyi pesan yang ditinggalkan hacker yang menamakan diri sebagai Penjaga Masjid di situs tersebut.

Menurut pantauan Liputan6.com, situs lain milik pemerintah yang sampai saat ini masih terkena deface adalah situs Bappeda yang beralamat di http://bappeda.bireuenkab.go.id.

Tampilan situs tersebut dipermak, hacker meninggalkan pesan berbunyi: "Koruptor dihukum 5 tahun penjara, defacer dihukum 12 tahun penjara". Tampak pula terpampang gambar kartun yang menyerupai tokoh Warkop bernama Kasino dan tulisan berbunyi: "Gile lu ndro,.." . Lalu di bagianbawahnya hacker meninggalkan jati diri sebagaiJomblolicious.

Aksi Mendukung Wildan di Twitter
Gerakan mendukung kebebasan Wildan pun menyeruak di situs jejaring sosial Twitter dengan hashtag #OpFreeWildan. Para pengguna Twitter mengkritik sistem penegakan hukum di Indonesia. Berikut beberapa kutipan Twitter tersebut.

@titosniper: Wildan ditangkap dalam senyap. Rasyid Rajasa bebas serasa senyap... Potret hukum Indonesia. #OpFreeWildan

@dimazpamungkas5: cuma deface 6 tahun, korupsi cuma 2 sampai 3 tahun. #OpFreeAnon #OpFreeWildan @anon_indonesia

@An0nPun1shm3nt: Government of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon pic.twitter.com/imUWTM98

Hacker juga membuat pernyataan/sikap hacker terhadap penahanan Wildan bahkan dibuat. Pesan tersebut dibuat sebagai bentuk solidaritas untuk saudara kami yang ditangkap oleh Cyber Police Indonesia. (DEW)

Ref : PlasaMSN 30-Jan-2013
, , ,   |  1 comment  |  

Remaja Pencuri Lagu Lady Gaga Dihukum

Remaja Pencuri Lagu Lady Gaga Dihukum
Seorang peretas komputer berusia 18 tahun yang mencuri lagi dari sejumlah artis termasuk Lady Gaga dijatuhi hukuman kurungan selama 18 bulan di Jerman.

Pengadilan mendengarkan bagaimana remaja yang menyebut dirinya DJ Stolen itu mendapat uang lebih dari 15.000 euro dengan cara yang melanggar undang-undang hak cipta dan mencuri informasi pribadi sejumlah penyanyi terkenal.

Peretas itu menggunakan pesan email phishing atau mengail dan piranti lunak virus Trojan untuk mencuri lagu-lagu yang belum dirilis dan kemudian menjualnya di internet.

Tim antipembajakan di Jerman dan Inggris melihat semakin banyak jumlah lagu yang belum dirilis yang dibocorkan jauh lebih awal dari biasanya.

Dia pernah mencuri lagu arti seperti Lady Gaga, Justin Timberlake, Leona Lewis, Kesha dan Mariah Carey dari tahun 2009 hingga tahun 2010.

Remaja itu, yang di pengadilan disebut sebagai 'Deniz A' karena usianya yang masih muda, juga dinyatakan bersalah mencuri foto-foto mesum pribadi dari komputer Kesha.

Pengadilan di kota Jerman Duisburg juga mendengarkan bahwa remaja itu menulis surat permohonan maaf kepada Lady Gaga yang diterbitkan di surat kabar Jerman Daily Bild yang mengatakan:

"Lady Gaga yang baik, saya malu atas apa yang sudah saya lakukan. Saya tidak berpikir dahulu mengenai konsekuensinya."

Hakim menilai bahwa remaja itu "lebih didorong oleh keinginan untuk mendapatkan pengakuan daripada oleh niat jahat."

Pemuda itu juga diperintahkan mendapat terapi karena kecanduan internet.

Ref : Bbc.co.uk
, ,   |  No comments  |  

20 peretas Anonymous ditangkap

Polisi di AS, Inggris dan Belanda menahan lebih dari 20 orang terkait dugaan jaringan peretas 'Anonymous'.
Anonymous

Polisi di AS, Inggris dan Belanda menahan lebih dari 20 orang terkait dugaan jaringan peretas 'Anonymous'.

Mayoritas peretas yang ditangkap berada di AS, FBI menyatakan 16 orang yang ditangkap atas dugaan meretas internet.

14 diantaranya diduga sebagai pelaku penyerangan situs PayPal, yang dilakukan kelompok peretas Anonymous, kata FBI.

Sementara di Inggris, seorang remaja ditangkap di London, dan sejumlah orang lainnya ditangkap di Belanda.


Pembalasan Wikileaks

Dalam tuduhannya AS menyatakan 14 orang yang ditangkap itu diduga melakukan serangan terhadap PayPal guna membalas tindakan situs tersebut yang menghentikan rekening donasi bagi Wikileaks.

Para peretas ini ditangkap di Alabama, Arizona, California, Colorado, Washington DC, Florida, Massachusetts, Nevada, New Mexico dan Ohio, kata seorang pejabat AS dalam sebuah pernyataan.
Penyelidik meyakini kelompok Anonymous terdiri dari peretas berusia rema dan awal 20-an.

Di Inggris, Polisi menyatakan kepada BBC, seorang remaja berusia 16 tahun ditangkap di London selatan atas dugaan melanggar UU Penyalahgunaan Komputer 1990.

"Polisi Metropolitan bekerja sama dengan FBI dan rekan kami di Belanda, terkait penangkapan ini,'' kata seorang juru bicara Scotland Yard.

Selain menyerang PayPal, Anonymous juga pernah menutup situs MasterCard dan Visa Desember silam, setelah mereka membekukan rekening situs pembocor rahasia Wikileaks.

Anonymous juga mencoba menyerang situs Amazon, setelah situs ini menghapus konten Wikileaks dari salah satu server mereka, tetapi serangan itu tidak berhasil.

Kelompok peretas ini menggunakan teknik yang dikenal dengan istilah distributed denial of service (DDoS) guna menghentikan kerja jaringan situs.

DDoS menyerang sebuah situs dengan data sehingga tidak bisa merespon, mengubahnya menjadi tidak dapat di akses.

Ref : Bbc.co.uk
, ,   |  No comments  |  

LulzSec, Kelompok Hacker yang Tantang Penguasa

LulzSec, Kelompok Hacker yang Tantang Penguasa
LulzSec

Akhir-akhir ini para hacker semakin menunjukkan eksistensi dan kemampuannya. Hal ini terlihat dari berbagai macam aksi pembobolan sistem dan pencurian data berbagai perusahaan dan lembaga pemerintahan yang terjadi dalam waktu yang berdekatan. Tidak hanya sebatas aksi, para hacker tersebut secara terang-terangan memperkenalkan diri mereka di dunia maya dan mengklaim sebagai pelaku di balik beberapa aksi tersebut.

Salah satu kelompok hacker yang hangat diperbincangkan adalah LulzSec. LulzSec merupakan pelaku di balik pencurian data besar-besaran di Sony, CIA, Senat Amerika Serikat, Fox TV serta beberapa organisasi lainnya. Kelompok hacker ini menunjukkan eksistensi mereka melalui akun Twitter. Tidak tanggung-tanggung, jumlah pengikut yang mereka miliki di Twitter telah lebih dari 240 ribu orang. Di jejaring sosial ini, LulzSec sering mengupdate status seputar aksi mereka.

Begitu pula saat kepolisian London, Inggris mengaku telah menangkap seorang remaja berusia 19 tahun yang diduga sebagai anggota LulzSec. Namun, LulzSec meragukan kebenaran berita itu dengan menulis di akunnya : ”Sepertinya si pemimpin hebat LulzSec telah ditangkap, ini semua berakhir sekarang...tunggu...kami semua masih di sini! Lalu, siapa yang mereka tangkap?”

Pernyataan yang LulzSec sampaikan melalui Twitter itu memang belum bisa dipastikan kebenarannya. Pihak kepolisian London sendiri hingga saat ini masih melakukan penyelidikan lebih jauh atas pemuda tersebut. LulzSec malah terkesan santai atas berita penangkapan tersebut. Mereka kini tengah mempersiapkan aksi lanjutan yang lebih besar. Dengan mengajak kelompok hacker lainnya seperti Anonymous, LulzSec berniat untuk menjadikan lembaga pemerintahan sebagai target mereka selanjutnya.

“Saat ini waktunya meng-hacks lembaga pemerintahan, di balik layar,” tulis LuzSec di Twitter.

Dari beberapa pernyataan perang terbuka dan aksi yang mereka lakukan, LulzSec sepertinya ingin menantang para ‘penguasa’. Penguasa pemerintahan seperti CIA maupun penguasa pasar seperti Sony. Melalui jaringan sistem keamanan, terbukti Lulz berhasil merobohkan kekuatan mereka. Membuktikan bahwa sistem keamanan yang mereka gunakan masih lemah untuk melindungi berbagai data dan informasi penting mengenai konsumen mereka.

Menurut Bruce Schneier, analis teknologi keamanan yang mempelajari serangan internet, anggota LulzSec bukanlah para penjahat kelas berat, melainkan hanyalah sekelompok orang yang bertemu di ruang chat dan merasa keren jika menggunakan nama tersebut.

“Mereka tidak akan melakukan pengrusakan. Mereka hanya bersenang-senang. Dan, kemungkinan mereka tidak akan pernah bisa dilacak dan ditangkap,” ujar Schneier.Jika dilihat dari nama yang digunakan —LulzSec, kata ini merupakan kata slang untuk laughs (tertawa) dan sec yang terbentuk dari security (keamanan).

Seperti pernyataan yang mereka tulis di situs mereka, www.lulzsecurity.com : ”Kamu menemukan kelucuan dengan melihat malapetaka ini, dan kami menemukan kelucuan dengan menyebabkannya.” Di Twitter LulzSec juga menulis : ”Kami merilis data pribadi sehingga orang-orang jahat bisa menghibur kami dengan apa yang mereka lakukan dengan data tersebut.” (metriastria)

Ref : Teknopreneur.com
, , ,   |  No comments  |  

Peretas Malaysia dihukum di Amerika Serikat

Peretas Malaysia dihukum di Amerika Serikat
Lin Mun Poo

Hakim di satu pengadilan di Amerika Serikat menjatuhkan hukuman sepuluh tahun penjara kepada seorang warga Malaysia karena membobol komputer milik bank sentral dan bank-bank lain di AS.

Para pejabat mengatakan Lin Mun Poo mengaku masuk ke sistem komputer bank dan beberapa lembaga keuangan lain.

Tindakan tersebut membuat Lin Mun Poo mendapatkan sejumlah data kartu debit dan kartu kredit.

Ia juga mengaku membobol komputer bank sentral dan memasang program jahat di komputer tersebut.

Jaksa mengatakan Poo masuk ke AS Oktober tahun lalu dengan tujuan memang mencuri data kartu debit dan kartu kredit.

Ia bisa ditangkap setelah berhubungan dengan calon pembeli data kartu kredit, yang ternyata adalah anggota polisi yang tengah menyamar.

Ketika ditangkap warga Malaysia tersebut diketahui menyimpan 122.000 nomor kartu bank di AS.

Kementerian Kehakiman AS mengatakan tindak kejahatan yang dilakukan Poo telah dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

Selain menjadikan komputer bank sentral sebagai sasaran, Poo juga membobol sistem komputer kontraktor Kementerian Pertahanan yang menyediakan layanan sistem manajemen bagi operasi dan transportasi militer.

"Hukuman yang dijatuhkan hari ini merupakan pesan bagi para peretas di seluruh dunia bahwa AS tidak akan mentolerir tindakan semacam ini," kata Loretta Lynch, jaksa di AS kepada kantor berita AFP.

Ref : Bbc.co.uk
,   |  No comments  |  

Penangkapan Hacker "KPU", Dani Firmansyah

Cerita seru juga lucu menyertai proses penangkapan hacker situs Tabulasi Nasional Pemilu, Dani Firmansyah. Rupanya, polisi sempat salah tangkap.

Sejak peristiwa penembusan situs TNP KPU, Sabtu sore (17/4/2004) polisi beserta tim asistensinya langsung bekerja untuk menemukan pelakunya. Langkah pertama yang dilakukan tim perburuan ini adalah menengok log KPU.

Ketika log tersebut pertama kali diserahkan kepada polisi, sudah langsung kelihatan nicknamenya Dani Firmansyah dengan asal kota Yogyakarta. Langkah berikut yang dilakukan adalah melakukan cek silang ke data pemilih Pemilu dimana juga berhasil ditemukan nama Dani Firmansyah di kota Yogyakarta. Kesimpulan awal, polisi dan tim memiliki keyakinan hacker ini berasal dari Yogyakarta dan beraksi dari Kota Gudeg itu.

Enam orang anggota tim cyber crime Polda Metro Jaya langsung dipimpin oleh Kasat Cyber Crime AKBP Petrus Golose meluncur ke Yogyakarta. Sasarannya? langsung ke rumah kos tempat buruan tinggal. Rupanya polisi harus kecele karena Dani sedang tidak berada di kamar kosnya. Tanya kanan kiri termasuk sudah mengantongi nomor ponsel buruan, diketahui Dani sudah meluncur ke Cirebon, Jawa Barat.

Selasa (20/4/2004), empat orang anggota tim berpisah untuk bergerak ke Cirebon. Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Dani Firmansyah sudah berhasil dibekuk.

Selesai? Rupanya tidak dan polisi harus kecele. Ternyata Dani Firmansyah yang Cirebon ini meski namanya persis, rupanya tidak mengerti internet sama sekali. "Di kosnya, buku komputer sama sekali ngga ada," kata salah satu anggota tim asistensi Polda yang menolak disebut namanya pada detikcom, Senin (26/4/2004).

Empat anggota tim perburuan pun putar balik lagi ke Yogyakarta dengan tangan kosong. Proses identifikasi untuk lebih mematangkan siapa sebenarnya Dani Firmansyah dilakukan. Belakangan diketahui, buruan yang sedang dicari itu memiliki nama Dani Firman Syah (Firman dan Syah dipisah) berdasarkan data pemilihnya dari KPU. Data ini rupanya muncul belakangan.

Polisi kembali mengecek ke tempat kos Dani dan dipastikan orangnya sudah tidak ada di Yogyakarta. "Sempat kepikir Dani itu lari atau bagaimana, (informasi) sudah agak-agak blank," ungkap anggota tim asistensi itu.

Pada situasi buntu inilah, polisi kemudian melakukan penyelidikan berdasarkan nickname yang mirip dengan nama penyakit kejiwaan di Internet Relay Chat (IRC). Dari sinilah, polisi kembali menemukan jalan untuk mencari Dani Firmansyah.

======================================

Nickname (nama alias) yang digunakan dalam chatting di IRC (Internet Relay Chat) menjadi salah kunci ditemukannya Dani Firmansyah, hacker situs TNP KPU. Nickname-nya terlihat di salah satu IP sebuah warnet di Yogyakarta.

Sekadar tahu, nickname yang digunakan oleh Dani Firmansyah ini mirip dengan nama sebuah penyakit kejiwaan yang kronis. Dalam penyelidikan, di Dalnet terdapat perintah last seen dimana nickname ini terakhir kali terlihat di salah satu IP di sebuah warnet di Yogyakarta. "Warnet itu tidak terlalu jauh dari kosnya," kata seorang anggota tim asistensi Polda yang menolak disebut namanya pada detikcom, Senin (26/4/2004).

Polisi bertanya-tanya, apa Dani ini posisinya ada di Yogyakarta sementara ada juga informasi yang menyebut kakinya sedang berpijak di Jakarta.

Fokus kemudian ditujukan pada IP sebuah warnet yang ada di Yogyakarta. Warnet itu bernama warnet Warna yang terletak di Jl. Kaliurang KM 8 persisnya dekat dengan Pom Bensin Banteng. Polisi mendatangi warnet untuk mencari Dani dan sekaligus mengecek apakah IP tersebut benar milik warnet tersebut.

Di warnet Warna kebetulan terdapat log pemakaian webalizer. Tim perburuan menemukan fakta yang mencurigakan dimana data pada tanggal 17 April tidak ada sementara data tanggal 1-16 April normal. "17 blank, 18 normal lagi. Padahal hacking tanggal 17, jadi mencurigakan ada apa tanggal 17? kenapa datanya blank?" ujar sumber detikcom.

Diketahui bahwa log yang terhapus itu adalah log proxy yang di Warna Warnet. Karena sudah dihapus, secara simpel tidak bisa kelacak lagi meski kemungkinan dengan software tertentu bisa di-recover. Padahal, tim juga menemukan konfirmasi dari ISP (Internet Service Provider) bahwa pada tanggal 17 Warna Warnet berjalan biasa.

"Jadi warnet itu normal beroperasi, tepat jam buka jam tutupnya. Tapi log di warnetnya kosong. Ada apa?" kata sumber itu.

Seperti diketahui, tersangka mencoba melakukan tes sistem security kpu.go.id melalui XSS dengan menggunakan IP Publik PT Danareksa 202.158.10.***. Pada layar identifikasi nampak keluar message risk dengan level low (ini artinya website KPU tidak dapat ditembus).

Pada 17 April jam 03.12.42 WIB, tersangka mencoba lagi untuk menyerang server KPU dan berhasil menembus IP tnp.kpu.go,id 203.130.***.*** serta berhasil update tabel nama partai pada pukul 11.24.16. sampai 11.34.27 WIB.

Adapun teknik yang dipakai tersangka melalui teknik spoofing (penyesatan) yaitu tersangka melakukan hacking dari IP 202.158.10.*** kemudian membuka IP proxy Anonimous Thailand 208.***.1. lalu masuk ke IP tnp.kpu.go.id 203.130.***.*** dan berhasil merubah tampilan nama partai.

Tim melakukan penyelidikan dengan cara membalik. "Bukan dari 208.***.1 (server di Thailand). Jadi kita ingin lihat apakah dia mengakses 208.***.1.

Hasil online investigasi menunjukkan bahwa Dani ini bekerja di PT Danareksa. Polisi mencoba chatting untuk mencari tahu informasi tentang Dani. Tidak sengaja tim perburuan bertemu dengan seseorang yang kenal dengan Dani. "Kebetulan sama-sama anak Kebumen. Salah satu polisi ada orang Gombong, diajak chatting Ngapak (logat Banyumasan)," imbuh sumber itu.

Gayung bersambut ketika tim menemukan salah satu IP yang ada di log KPU ada yang berasal dari Danareksa.

Belakangan diketahui, seseorang yang diajak chatting dengan polisi untuk mencari informasi tentang Dani adalah Fuad Nahdi. Sama dengan Dani, Fuad ini asli Kebumen dan merupakan admin di Warna Warnet.

"Jadi nickname-nya mengarah ke Dani, IP-nya mengarah ke tempat kerjanya Dani. Waktu habis chatting lama, Subuh kita laporin ke Jakarta." Suasana sempat tegang sebelum kemudian Kamis (22/4/2004) pukul 16.00 WIB, muncul perintah penangkapan kepada Dani Firmansyah yang berada di kantornya di Jakarta.

Kamis sore ditangkap, malamnya hampir bersamaan, Warnet Warna disita. "Adminnya kita periksa juga di Yogya, juga pemilik warnetnya. Adminnya (Fuad Nahdi-red) mau ke Jakarta atas kemauan sendiri. Sempat foto-foto di tangga pesawat. Katanya baru pertama kali naik pesawat," imbuh sumber itu.

Jumat sekitar pukul 15.00 WIB (23/4/2004) detikcom sempat mendatangi Warnet Warna dan terlihat warnet itu dalam keadaan tutup. Saat diketuk tidak seorangpun yang ada di dalam. Tetangga warnet itu menyatakan, warnet itu baru hari ini ditutup oleh pemiliknya.

Warnet berukuran 14 kali 7 meter itu menyewa ruang yang mirip ruko. Sehari setelah penangkapan Dani, pintu rolling door aluminium tertutup rapat dan papan pelang nama sudah dilepas.

Ref : DetikCom
,   |  No comments  |  

Penjebol Situs KPU Divonis 6 Bulan Penjara

Penjebol Situs KPU Divonis 6 Bulan Penjara
Dani Firmansyah

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 6 bulan 21 hari penjara kepada hacker situs Komisi Pemilihan Umum (KPU), Dani Firmansyah. Dalam sidang yang berlangsung di gedung pengadilan, Kamis (23/12), ketua majelis hakim Hamdi memutuskan Dani bersalah karena telah melakukan akses ke jaringan telekomunikasi milik KPU secara ilegal dan melakukan penyerangan (attacking) ke server KPU tersebut.

Putusan yang diberikan oleh hakim telah dijalani Dani (25), di rumah tahanan (rutan) Salemba. ?Sehingga saat ini terdakwa sudah bebas,? ujar Jaksa Penuntut Umum P. Sudarsana.

Dani yang sebelumnya bekerja di PT Dana Reksa, berhasil menjebol server tnp.kpu.go.id pada 17 April lalu. Dalam aksinya tersebut, Dani berhasil menembus kunci internet protocol (IT) PT Dana Reksa. Dari situlah ia berhasil menembus server KPU tersebut.

Dani yang berhasil menjebol sever juga mengacak-acak sejumlah partai yang ikut pemilu dengan mengganti nama-nama partai tersebut. Misalnya, Partai Golkar diganti menjadi Partai Jambu, Partai Demokrat menjadi Partai Mbah Jambon, dan PKS menjadi Partai Kolor Ijo.

Dani mengaku iseng dan penasaran atas pernyataan pejabat KPU tentang sistem keamanan IT milik KPU tersebut. Dalam tuntutannya, jaksa menuntut satu tahun penjara dan denda Rp 10 juta.

Ref : Tempo.Com
, ,   |  No comments  |  

Pencipta Worm Morris dihukum 3 tahun masa percobaan, 400 jam pelayanan masyarakat dan didenda $ 10.500.

Robert Tappan Morris

Morris, putra mantan ilmuwan Badan Keamanan Nasional ( NSA ) Robert Morris, yang dikenal sebagai pencipta Worm Morris, worm komputer pertama yang menginfeksi Internet. Akibat kejahatannya ini, ia adalah orang pertama dituntut karena Penipuan Komputer tahun 1986, berdasarkan Undang-Undang Penyalahgunaan Komputer yang baru saja disahkan di masa itu.
Morris menulis kode untuk worm ketika ia masih menjadi mahasiswa di Cornell. Ia menegaskan bahwa ia hanya bermaksud untuk melihat seberapa besar internet dengan worm itu.
Worm ini mampu mereplikasi dirinya secara pntar, sehingga mengakibatkan komputer melambat akibat overload kinerja, hingga tidak lagi dapat digunakan. Hingga kini tidak diketahui dengan persis berapa banyak komputer telah terinfeksi worm ini, namun para ahli memperkirakan lebih dari 6.000 komputer yang terinfeksi. Morris dijatuhi hukuman tiga tahun masa percobaan, 400 jam pelayanan masyarakat dan didenda $ 10.500.

Morris saat ini bekerja sebagai profesor tetap di MIT Computer Science dan Laboratorium Artificial Intelligence. Dia bergerak pada bidang penelitian arsitektur jaringan komputer termasuk tabel hash terdistribusi seperti Chord dan jaringan mesh nirkabel seperti Roofnet.

Ref : Dari berbagai sumber 
Advertisement