Showing posts with label China. Show all posts
Showing posts with label China. Show all posts
, , ,   |  No comments  |  

CHINA UNCENSORED- Hacker Militer China Menyerang Amerika

Selamat datang di China Uncensored, saya pemandu anda Chris Chappell. Militer China mengincar perusahaan Amerika, serta instansi pemerintah negara bagian dan federal, dan organisasi pemerintah internasional di luar negeri. Ini menurut perusahaan keamanan Mandiant.

Mereka adalah orang-orang yang dipekerjakan oleh New York Times setelah mereka sadar tengah diserang dari dalam China. Sebelum direkrut oleh Times, mereka telah melacak sebuah kelompok hacker yang diperkirakan beroperasi di pinggiran Shanghai, di suatu tempat di sekitar gedung ini. Ini adalah markas unit militer China dari Biro ke-2 Pasukan Pembebasan Rakyat Departemen Staf Umum Departemen ke-3, kode unit 61398. (208 Datong Road, Shanghai)

Kedengarannya penjahatnya seperti sudah tertangkap kan? Tidak secepat itu! Ada lubang kecil dalam logika mereka. Militer China tidak terlibat hacking. Lihat saja video ini dari CCTV milik pemerintah.

CHINA UNCENSORED- Hacker Militer China Menyerang Amerika
Militer China tidak pernah mendukung berbagai kegiatan hacking.

Bagaimana mungkin wanita secantik itu berbohong? Oh Chai Lu, suatu saat saya akan memilikimu.

Jadi kasus ditutup. Militer China tidak terlibat penyerangan internet. Jika anda butuh bukti lebih, Geng Yansheng, juru bicara Departemen Pertahanan Nasional China berkata, tidak ada bukti hukum di balik laporan yang menyimpulkan secara subjektif, bahwa pengumpulan harian informasi online adalah spionase internet.

Jadi anda lihat, Unit 61398, mereka tidak memata-matai. Mereka hanya mengumpulkan informasi dari server keamanan yang pemiliknya tidak mau keluar. Saya yakin permintaan maafnya ada lewat surat.

Mandiant telah melacak kelompok hackers ini sejak 2006. Pada saat itu, mereka telah menyerang 141 perusahaan, 115 diantaranya berada di Amerika Serikat. Target mereka biasanya adalah teknologi informasi, kedirgantaraan, administrasi publik, satelit dan telekomunikasi, riset penelitian dan konsultasi.

Ternyata kelompok telah dimulai sekitar tahun 2004. Salah satu situs favorit saya, China Digital Times, menemukan iklan yang berasal dari masa itu. Ini adalah iklan perekrutan dari Jurusan Ilmu Teknologi Komputer, Universitas Zhejiang. Dengan imbalan beasiswa 5000 yuan setahun, atau sekitar 800 dolar, dan sebuah pekerjaan setelah lulus di Pasukan Pembebasan Rakyat Unit 61398, bagi setiap mahasiswa ilmu komputer.

Tampaknya ini juga merupakan orang yang sama yang menyerang Facebook dan Apple baru-baru ini. Saya yakin anda berkata Apple ada cacingnya. Terima kasih kembali.

Jadi belakangan ini para hacker Militer China mendapat banyak perhatian, tapi mereka telah aktif selama beberapa tahun. New York Times diserang selama tiga bulan? NTD telah melawan penyerangan internet China selama satu dekade. Anda lihat, rezim China sedikit membenci kami. Khususnya karena rakyat di daratan China sangat menyukai kami karena kami adalah sumber berita China yang tidak berupa propaganda dan kebohongan. Mereka menyerang email, sinyal satelit, situs kami, semua itu untuk menghalangi rakyat China mendengar kebenaran sesungguhnya. Hanya saja, pemerintah AS dan media lain tidak peduli sampai kejadian tersebut menimpa mereka. Tentu, jika mereka peduli dari beberapa tahun sebelumnya, para hacker militer China tidak akan seberani saat ini.

Jadi apa pendapat anda tentang semua ini? Email ke saya, di China Uncensored@ gmail.com, tolong jangan hack saya, atau berikan komentar, dan seperti biasa, dan pastikan berlangganan episode terbaru China Uncensored. Sekali lagi, saya Chris Chappell, sampai jumpa lagi.

Ini link Videonya CHINA UNCENSORED- Hacker Militer China Menyerang Amerika.


Sumber : Youtube NTDIndonesian
, ,   |  No comments  |  

China Siap Perangi HACKER dengan Amerika

Beijing - China mengatakan siap bekerjasama dengan Amerika Serikat di bidang keamanan dunia maya setelah Washington mendesaknya melakukan “langkah serius” untuk menghentikan serangan-serangan di internet.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying menegaskan kembali pendapat negaranya bahwa China sangat menentang serangan di dunia maya (cyberattacks), dan bahwa China adalah salah satu negara yang paling terpukul karena serangan-serangan itu.

Dunia maya butuh aturan dan kerjasama, bukan perang. China ingin melakukan dialog yang konstrukif dan kerjasama dengan masyarakat global, termasuk Amerika Serikat

China memerangi para peretas atau hacker sesuai hukum yang ada, kata perempuan itu, Selasa (12/3).

“Dunia maya butuh aturan dan kerjasama, bukan perang. China ingin melakukan dialog yang konstrukif dan kerjasama dengan masyarakat global, termasuk Amerika Serikat,” kata Hua.

Bulan lalu, sebuah perusahaan pengaman internet di Amerika menuduh salah satu unit militer China menyerang situs milik lebih dari 140 perusahaan, sebagian besar asal Amerika.


Sumber  Beritasatu.com 12-Maret-2013
, ,   |  No comments  |  

Peretasan Marak, AS dan China Saling Tuding

KOMPAS.com - Hubungan antara Amerika Serikat dan China memanas dalam beberapa bulan terakhir terkait keamanan internet. AS menuding China berada di balik aksi peretasan ke situs web pemerintahan dan perusahaan. China tak terima atas tuduhan itu.

Sebuah perusahaan keamanan internet AS bulan Februari mengatakan, ada kemungkinan unit militer rahasia China melancarkan serangan siber ke situs web perusahaan AS.

Wakil Komandan Distrik Militer Nanjing, China, Wang Hongguang menyebut AS sebagai "maling yang teriak maling." Tak ada bukti nyata yang menguatkan tuduhan AS. Negeri Tirai Bambu itu akan memperkuat sistem keamanan internet untuk mempertahankan diri.

Ilustrasi seorang hacker

Para pejabat AS memprediksi, aksi peretasan internet akan jadi masalah yang sulit diselesaikan antara Washington dan Beijing. Karena itulah, keduanya meminta digelar perundingan.

Siap berunding

Penasehat Keamanan Nasional AS Tom Donilon, mengajak China untuk berunding terkait masalah ini. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chuying, menyatakan kesediaannya untuk berunding.

"China bersedia, atas dasar prinsip saling menghormati dan saling percaya untuk berdialog secara konstruktif dan bekerja sama dengan masyarakat internet, termasuk AS, agar menyelesaikan masalah kemanan, keterbukaan, dan ketenangan di internet," kata Chuying seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13/3/2013).

Keamanan di internet telah menjadi isu global. Para pejabat China berpendapat, pihaknya juga menjadi sasaran besar peretasan situs web. Dua situs web utama militer China, termasuk Kementerian Pertahanan, tahun 2012 diserang lebih dari 140 ribu kali per bulan.

Pemerintah China mengklaim, hampir dua-pertiga serangan itu berasal dari AS.

Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi, berharap internet tidak dijadikan arena perang dunia maya. "Kami tak ingin mengubah dunia maya menjadi medan lain, atau menggunakan internet sebagai alat baru untuk campur tangan dalam urusan internal negara lain," tegasnya.

Sumber : Kompas.Com 13-Maret-2013
, , ,   |  No comments  |  

Sistem Komputer Bank Sentral AS Diretas

Sistem Komputer Bank Sentral AS Diretas

WASHINGTON - Federal Reserve AS, Rabu, mengakui sistem komputernya diakses oleh para peretas (hacker) tetapi mengatakan kejadian tersebut tidak mempengaruhi "operasi penting" bank sentral.

Pengakuan itu terjadi beberapa hari setelah kelompok peretas yang dikenal sebagai "Anonymous" mengklaim telah menempatkan informasi pribadi dari sekitar 4 ribu bankir, konon diperoleh dari Fed.

"Sistem Federal Reserve menyadari informasi itu diperoleh dengan mengeksploitasi kerentanan sementara di situs produk vendor," seorang juru bicara Federal Reserve mengatakan dalam sebuah pernyataan menanggapi sebuah permintaan AFP.

"Kerentanan itu telah diperbaiki, tak lama setelah penemuan dan tidak lagi merupakan masalah. Kejadian ini tidak mempengaruhi operasi penting dari Sistem Federal Reserve."

Pada Senin, sebuah akun Twitter terkait Anonymous yang disebut 'Operation Last Resort', dalam kicauannya mengklaim telah memperoleh dan mengirim "4k banker d0x melalui Fed."

Kelompok ini menyatakan, pihaknya mengambil tindakan tersebut sebagai respon atas peristiwa bunuh diri Aaron Swartz pada bulan lalu, seorang advokat kebebasan internet yang dituntut untukjutaan unduhan ilegal artikel jurnal akademis yang diduga direncanakan akan didistribusikan secara gratis.

"Tragedi ini merupakan dasar bagi reformasi undang-undang kejahatan komputer, dan jaksa yang terlalu bersemangat," akun Twitter menyatakan.

Peristiwa itu terjadi setelah Departemen Energi AS menegaskan pihaknya menjadi target serangan cyber pada Januari, yang mencuri data karyawan dan kontraktor.

Berita itu juga muncul setelah terungkapnya serangan cyber profil tinggi yang menargetkan media berita AS termasuk "The New York Times" dan "The Wall Street Journal" yang dikatakan berasal dari Cina.

Ref : REPUBLIKA.CO.ID 06-Feb-3013
, , ,   |  No comments  |  

Bos Google: Hacker Paling Canggih ada di Cina

Bos Google: Hacker Paling Canggih ada di Cina
California - Pimpinan Eksekutif Google, Eric Schmidt, menyebut peretas Cina sebagai yang paling canggih dan produktif menyasar perusahaan asing. Pernyataan itu dikutip dari bocoran naskah untuk buku terbarunya, The New Digital Age, yang akan diterbitkan April mendatang.

"Perbedaan antara perusahaan Amerika dan Cina dan taktik mereka akan meletakkan baik pemerintah maupun perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat pada kerugian yang berbeda," tulis Schmidt, seperti dikutip Wall Street Journal. Ia berpendapat bahwa kejahatan cyber yang didukung negara untuk keuntungan ekonomi dan politik itu menjadi ancaman global.

Schmidt menulis buku itu bersama Jared Cohen, seorang mantan penasehat pemerintah AS. Buku terbaru itu akan diterbitkan oleh Random House.

Amerika Serikat, katanya, tidak akan mengambil jalan yang sama dalam spionase korporasi digital, karena hukum di negeri itu jauh lebih ketat. "Ini bertentangan dengan aturan tentang fair play," katanya. Hal sebaliknya terjadi di Cina.

Namun, dalam buku ini mereka mengakui bahwa AS juga untuk beberapa kasus melakukan hal yang sama seperti Cina. Keduanya menyoroti peran negara dalam penyebaran virus Stuxnet, yang sengaja dilakukan  pada tahun 2010. Virus ini awalnya dibuat oleh pemerintah AS dan Israel untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.

Ref : Tempo.co 02-Feb-2013
, ,   |  No comments  |  

NASA Mengaku Diretas 13 Kali oleh Hacker Cina

NASA Mengaku Diretas 13 Kali oleh Hacker Cina
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan sistem komputer mereka pernah diretas sebanyak 13 kali sepanjang tahun lalu. Peretas mencuri data karyawan dan mendapatkan akses ke proyek khusus yang dapat membahayakan keamanan nasional AS.

Hal ini disampaikan Inspektur Jenderal NASA Paul Martin. Ia juga mengemukakan badan ini hanya menghabiskan US$ 58 juta dari US$ 1,5 miliar dana yang dianggarkan pemerintah.

"Beberapa sistem informasi sensitif NASA telah hilang atau dicuri, yang bisa mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan, mempengaruhi keamanan nasional, atau secara signifikan mengganggu keunggulan kompetitif teknologi bangsa kita," kata Martin.

Dia mengatakan, pada bulan November, terjadi upaya peretasan, di mana sang peretas bekerja melalui alamat IP yang berbasis di Cina. Mereka berhasil masuk ke jaringan Jet Propulsion Laboratory NASA.

Dia mengatakan penyusup memperoleh akses sistem lengkap, yang memungkinkan mereka untuk memodifikasi, menyalin, atau menghapus file sensitif, membuat akun pengguna untuk misi kritis sistem JPL, dan mengunggah hacking tools untuk mencuri data. "Mereka juga dapat memodifikasi sistem log untuk menyembunyikan tindakan mereka," katanya.

"Kajian kami mengungkapkan bahwa penyusup telah menyalahgunakan akun-akun pengguna JPL paling istimewa yang memberikan penyusup akses ke sebagian besar jaringan JPL," kata dia.

Dalam serangan lain tahun lalu, penyusup mencuri mandat untuk mengakses sistem NASA terkait lebih dari 150 karyawannya.

Martin mengatakan badan itu telah bergerak terlalu lambat untuk mengenkripsi atau mengacak data pada laptop untuk melindungi informasi dari jatuh ke tangan yang salah. Lapton tidak terenkripsi yang hilang atau dicuri, termasuk yang berisi kode untuk mengontrol Stasiun Luar Angkasa Internasional serta data sensitif pada program Konstelasi dan Orion NASA.

Ref : Tempo.co 03-Mart-2012
, ,   |  No comments  |  

Peretas jarah 35 juta pengguna internet Korea Selatan

Peretas jarah 35 juta pengguna internet Korea Selatan
Komisi komunikasi Korea mengatakan para peretas (hacker) menjarah informasi pribadi 35 juta pengguna internet di Korea Selatan.

Dua diantara situs terkenal bagus di Korea, Nate dan Cyworld, diretas hari Selasa dari satu alamat IP (penyedia internet) Cina. Sekitar setengah penduduk Korea Selatan memiliki akun Cyworld.

Seperti dilaporkan wartawan BBC di Seoul, Lucy Williamson, nama-nama dan alamat email, nomor telepon serta nomor pengenal nasional yang dienkripsikan diperkirakan semuanya sudah dijarah oleh para peretas.

South Korea Communications, yang menjadi rumah bagi situs sosial populer Cyworld dan mesin pencari Nate, mengatakan semua password dan nomor tanda pengenal nasional dienkripsikan pada tingkat tertinggi dan aman.

Namun komisi komunikasi Korea mengatakan pihaknya yakin korban peretasan ini akan cukup besar dan mereka memberikan anjuran kepada para pengguna situs itu agar mengganti password untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Komisi mengatakan akses melalui IP Cina sudah ditutup dan penyelidikan sedang dilakukan.

Tetapi tidak jelas siapa para peretas itu dan mengapa mereka membidik dua situs paling populer di Korea Selatan itu.

Korsel adalah negara yang paling tinggi di dunia dalam hal rasio pengguna internet, dan di masa lampau pernah beberapa kali menjadi sasaran peretasan (hacking).

Ref : Bbc.co.uk
,   |  No comments  |  

Cina bantah lakukan peretasan dunia maya

Cina bantah lakukan peretasan dunia maya
Media resmi Cina membantah tuduhan bahwa negaranya berada dibelakang kampanye serangan di dunia maya.

Awal pekan ini, perusahaan keamanan komputer McAfee mengatakan lebih dari 70 organisasi termasuk enam pemerintahan, PBB dan perusahaan senjata berulang kali diserang peretas selama lima tahun ini.
Berita terkait

Laporan dari surat kabar Harian Rakyat yang dianggap corong Partai Komunis Cina mengatakan bahwa mengkaitkan Cina dengan peretasan internet merupakan tindakan tak bertanggung jawab.

Di dalam laporan itu tidak ada pejabat Cina yang dikutip namun artikel koran itu menyebutkan tuduhan McAfee tidak layak diperhatikan.

Dalam laporannya hari Kamis, MacAfee tidak menghubungkan langsung serangan di dunia maya itu dengan Cina.

Namun sejumlah pakar yang dikutip harian Washington Post mengatakan kemungkinan pelakunya Cina.

McAfee menyatakan selain pemerintah mereka yang diserang peretas adalah Komite Olimpade Internasional dan sejumlah gedung di kantor berita Associated Press.


Kepala bidang teknologi MacAfee di Eropa, Raj Samani mengatakan kepada BBC serangan itu masih berlangsung sampai sekarang.

"Sangat mungkin Cina berada dibelakang kampanye ini karena beberapa sasaran memiliki sesuatu yang penting bagi Beijing"

"Tingkat serangan ini berbeda dengan yang dilakukan Naga Malam yang muncul awal tahun ini. Mereka menyerang sektor-sektor tertentu. Serangan kali ini sangat luas," kata Raj Samani.

Operasi Shady RAT ini dilakukan pakar komputer selama selama lima tahun untuk menyelidiki sejumlah organisasi yang diyakini telah diserang.

Kata RAT berasal dari kata kata "remote access tool" yang digunakan pakar keamanan internet dan peretas untuk mengakses jaringan komputer dari jauh.

"Dari aksesnya kami mampu melacak darimana lalu lintas itu datang," ujar Samani.

McAfee tidak tahu apakah serangan itu untuk mencuri data namun bisa juga digunakan untuk memperbaiki produk yang ada atau membantu mengalahkan pesaing. NamunMcAfee tidak menyebutkan satu negara pun sebagai pelaku serangan besar-besaran itu.

Sementara itu Jim Lewis, pakar internet dari Centre for Strategic and International Studies dikutip kantor berita Reuters bahwa "sangat mungkin Cina berada dibelakang kampanye ini karena beberapa sasaran memiliki sesuatu yang penting bagi Beijing."

"Segala sesuatu mengarah ke Cina. Mungkin saja Rusia namun lebih banyak menunjuk ke Cina daripada Rusia," tegasnya.

Ref : Bbc.co.uk
Advertisement