Showing posts with label Hacktivist. Show all posts
Showing posts with label Hacktivist. Show all posts
, ,   |  No comments  |  

Remaja Inggris Umur 19 Tahun Dituntut Atas Serangan Peretas

Ryan Cleary dituduh berkerjasama dengan kelompok peretas Lulz Security yang menargetkan situs-situs pemerintah dan bisnis di seluruh dunia.

Kepolisian Inggris telah menuduh seorang remaja pria berusia 19 tahun melakukan kejahatan-dunia-maya, setelah penangkapannya awal pekan ini terkait peretas-peretas internasional.

Pejabat-pejabat kepolisian mengatakan Ryan Cleary dijadwalkan hadir di pengadilan hari Kamis, untuk menghadapi lima tuduhan – termasuk meretas situs resmi Badan Kejahatan Terorganisir Inggris. Cleary ditangkap hari Senin di rumahnya di Wickford – sebuah kota di London timur.

Kelompok peretas menyerang situs internet dengan cara membanjirinya dengan lalulintas internet (foto: ilustrasi)

Polisi menuduh Cleary menyerang situs badan itu dengan membanjirinya dengan lalulintas internet – yang dikenal sebagai serangan “yang melumpuhkan situs internet”.

ryan cleary hacker
Cleary dicurigai berkerjasama dengan kelompok peretas Lulz Security yang menargetkan situs-situs pemerintah dan bisnis di seluruh dunia.

Polisi mengatakan laki-laki itu dituduh melanggar undang-undang Inggris tentang penyalahgunaan komputer.

Lulz Security adalah satu dari dua kelompok peretas digital paling aktif. Lainnya dikenal sebagai “anonymous”.

Lulz dituduh telah menyerang situs dan mencuri data swasta seperti “kata sandi dan nama log-in”, tetapi mengatakan mereka melakukan hal ini sebagai “hiburan” dan yang bersangkutan mengungkap lubang-lubang keamanan dunia maya organisasi itu.

Kelompok itu belum lama ini mengklaim lewat twitter bahwa mereka berada di balik serangan atas situs badan penangangan kejahatan polisi Inggris dan CIA, Sonny Corporation serta Senat Amerika.

Polisi Inggris bekerjasama dengan FBI untuk menangkap Cleary.  Lulz mengatakan di twitter, bahwa Cleary hanya “terlibat sedikit” dengan kegiatan kelompok itu.


[Sumber : VOA Indonesia]
, , ,   |  No comments  |  

Kristina Vladimirovna Svechinskaya - Peretas paling seksi sejagat akan dijebloskan ke penjara

Kristina Vladimirovna Svechinskaya - Peretas paling seksi sejagat akan dijebloskan ke penjara
Kristina Vladimirovna Svechinskaya dijuluki sebagai peretas paling seksi sejagat. Namun, Kristina harus siap-siap mendekam di balik jeruji besi setelah dengan berani mencuri uang dari beberapa bank di Amerika Serikat dan Inggris. Vonis terhadap perempuan 24 tahun ini akan dilakukan April mendatang.

Situs businessinsider.com melaporkan, Selasa (5/3), Kristina dan 37 orang lainnya diduga telah menggunakan rekening dan paspor palsu serta sebuah perangkat lunak Trojan untuk menguras Rp 29 miliar milik bank di Amerika dan Rp 87 miliar dari bank di Inggris. Perempuan asal Rusia itu bertanggung jawab untuk memindahkan uang yang diperoleh secara ilegal ke rekening lain.

Kristina dikabarkan memang termasuk dalam kelompok itu. Ini lantaran dia memiliki kenalan dengan para peretas dan teknisi, selain kemampuannya untuk mendapat paspor palsu.

Biro Investigasi Federal (FBI) menyebut kasus pembobolan bank dilakukan kelompok Kristina merupakan salah satu kasus kejahatan terbesar di dunia maya yang pernah mereka selidiki terkait penggunaan Trojan sebagai alat untuk mencuri kata sandi pemilik rekening. Kelompok ini menggunakan kata sandi itu untuk memindahkan uang setidaknya Rp 19 miliar per bulannya.

Penyelidik FBI tidak disebutkan namanya mengatakan kejahatan dilakukan kelompok Kristina merupakan kejahatan terorganisir dan direncanakan di negara Eropa timur. Namun, kelompok ini beraksi di Kota New York.

"Kristina diduga telah membuka lima rekening dengan menggunakan nama asli dan nama samaran dia, yakni Anastasia Opokina dan Svetlana Makarova, di Bank of America dan Wachovia," tulis penyelidik itu.

Kristina dilaporkan telah meninggalkan kehidupan serba kekurangan di Rusia. Ayahnya sudah meninggal sedangkan ibu dan neneknya tinggal di lingkungan miskin. Dia merupakan satu dari empat mahasiswa Universitas New York yang terlibat dalam aksi pencurian itu.

Pengadilan menyatakan Kristina terbukti bersalah pada 19 November 2010 lalu dan dituntut lebih dari 40 tahun penjara.

Sumber : Merdeka.com 10-Maret-2013
, ,   |  No comments  |  

Anonymous lancarkan serangan ke situs pemerintah Indonesia


Kasus Wildan, seorang tamatan STM yang berhasil mengubah tampilan situs Presidensby.info berujung protes dari banyak pakar IT Indonesia.

Beberapa hari lalu, halaman depan situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berganti. Pergantian tampilan tersebut ternyata disebabkan oleh seorang lamers muda yang berhasil mengetahui hole website dan mengganti tampilannya dengan tampilan kelompoknya.

Sang defacer yang diketahui bernama Wildan ini langsung dicokok pihak kepolisian dan diinterogasi. Dari hasil interogasinya, ternyata Wildan melakukan aksi tersebut hanya berlandaskan iseng belaka dan tidak ada muatan apapun.


Namun dikarenakan pemberitaan di media terlalu heboh, banyak orang khususnya beberapa 'orang pinter' di dunia IT yang terpancing. Salah satunya adalah hacktivist Anonymous 'cabang' Indonesia.

Karena di dalam twitnya tersebut, pihak Anon Indonesia menggunakan hashtag #OpFreeWildan serta #Anonymous, maka secara cepat twit tersebut beredar dan diikuti banyak pihak. Bahkan Anonymous 'cabang dunia' juga merespon hal ini.

Respon yang disertai dengan serangan tersebut mengakibatkan beberapa situs pemerintah berhasil rontok, seperti Bandung.Imigrasi.go.id, Indonesia.go.id dan Polri.go.id.

Sampai saat ini, hanya Bandung.Imigrasi.go.id saja yang masih belum pulih, sedangkan Indonesia.go.id dan Polri.go.id telah normal kembali. Dalam twit lanjutannya, pihak Anon segera membidik target utama Presidenri.go.id dan Presidensby.info.

Namun, saat ini pihak Anon Indonesia mengatakan untuk menghentikan serangan dulu dan akan memantau proses hukum atas kasus Wildan.

Ref : Merdeka.Com 31-Jan-2013
, ,   |  No comments  |  

Hacker berhasil curi data di FBI, NASA, Interpol dan Pentagon

Hacker berhasil curi data di FBI, NASA, Interpol dan Pentagon

Dikarenakan munculnya wacana untuk lebih memperketat lalu lintas internet, sebuah kelompok peretas berhasil melakukan protes dengan membobol sekuritas beberapa badan penting Amerika Serikat.

Seperti yang dilansir TG Daily (11/12), sebuah kelompok peretas yang mengatasnamakan dirinya Team GhostShell yang selama ini masih memiliki hubungan dengan hacktivist Anonymous mengatakan bahwa mereka berhasil mendapatkan sekitar 1,6 juta account milik anggota pemerintahan, militer dan pebisnis.

Team tersebut mengatakan bahwa mereka mendapatkan account itu menggunakan apa yang disebut Project White Fox. Mereka juga menjelaskan bahwa serangannya tersebut berhasil membuat lumpuh FBI, Pentagon, Federal Researve, Interpol, NASA, ESA dan
banyak lagi.

Mereka melakukan tindakan ini karena tidak setuju akan rencana International Telecommunication Union (ITU) yang ingin menjadikan internet sebagai tempat yang tidak lagi bebas berekspresi. Dalam pernyataannya, Team GhostShell telah mempublikasikan secara online account yang berisi data pribadi tersebut ke internet.

"Kami mengirimkan email ke banyak organisasi, badan pemerintah dan perusahaan. Setelah mereka membuka email tersebut, secara otomatis 'racun' yang ada di dalamnya menyebar secara cepat. Itu adalah kado Natal dari kami," ungkap salah seorang anggota GhostShell. Sampai sekarang belum ada konfirmasi terkait masalah pembobolan tersebut.

Ref : Merdeka.Com 12-Des-2012
, ,   |  No comments  |  

Twitter berikan shock therapy untuk hacktivist Anonymous

Twitter berikan shock therapy untuk hacktivist Anonymous
Rabu (19/12) kemarin Twitter melakukan sebuah langkah yang bisa dibilang berbahaya. Jejaring sosial micro blogging ini menutup sementara sebuah akun terkenal milik hacktivist bernama Anonymous.

Seperti dilansir NBC News (19/12), akun bernama @YourAnonNews dengan pengikut sebanyak 750 ribu followers ini ditutup. Alasan penutupannya adalah karena akun ini menyebarkan informasi pribadi salah seorang pengguna.

Tidak dijelaskan apa isi informasi pribadi yang disebarkan oleh Anonymous. tetapi dari email yang mereka sebarkan, diketahui bahwa data pribadi yang disebarkan adalah milik @DearShirley.

Melalui akun lain Anonymous mencoba menjelaskan apa yang terjadi pada akun mereka. Dalam salah satu tweetnya bahkan disebutkan "Free speech is dead" yang berarti kebebasan berbicara telah mati akibat aksi Twitter ini.
Twitter berikan shock therapy untuk hacktivist Anonymous 1
Setelah melakukan klarifikasi, akhirnya beberapa saat kemudian akun @YourAnonNews kembali aktif.

Melalui akun lain Anonymous menjelaskan bahwa mereka tidak akan menyerang Twitter atas aksinya tersebut. Bahkan Anonymous berjanji tidak akan pernah menyerang Twitter yang selama ini menjadi alat komunikasinya.

Hal ini tentu bertolak belakang dengan apa yang akan dialami Instagram. Ketika melakukan kesalahan dengan berupaya menjual foto penggunanya, Anonymous sempat mengancam lewat twit-nya.

Ref : Merdeka.Com 21-Des-2012
,   |  No comments  |  

Anonymous serang Amerika Serikat

Hactivist terkenal Anonymous ancam akan sebarkan rahasia pemerintah Amerika Serikat karena masalah kematian Aaron Swartz.

VOA News (26/01) melansir bahwa Anonymous berhasil meretas situs U.S Sentencing Commision dan akan mempublikasikan dokumen-dokumen rahasia negara secara online.

Hal tersebut mereka lakukan sebagai penghormatan dan 'hukuman' buat pemerintah Amerika Serikat.

Dalam halaman awal situs tersebut, pihak Anonymous tak lupa meninggalkan pesan pendek berbunyi, "A line was crossed."

Aaron Swarzt adalah salah satu orang yang ikut berjasa dalam menciptakan teknologi RSS dan jejaring berita Reddit. Dia didakwa sekaligus dijatuhi hukuman sekitar 35 tahun penjara karena telah meretas jutaan artikel rahasia serta jurnal layanan distribusi JSTOR.

Uniknya, setelah Swartz berhasil mendapatkan data-data mereka dan ditangkap pihak berwajib, JSTOR kabarnya tidak mengirimkan gugatan terhadap cowok yang akhirnya mengakhiri hidupnya dua minggu lalu itu.

Pihak keluarga Swartz mengatakan, "Hukum yang digunakan terlalu mengintimidasi Swartz dan terlalu over."

Namun, pihak penuntut umum di pengadilan tetap bersikukuh tidak akan membatalkan kasus tersebut. "Mencuri tetap mencuri. Tidak peduli apakah hal tersebut dilakukan dengan cara amatiran atau profesional. Tidak peduli yang diambil itu hanya data, dokumen atau uang. Mengambil tanpa izin tetap mencuri," jelas Carmen Ortiz, jaksa penuntut di pengadilan atas kasus Aaron.

Ref : Merdeka.Com 27-Jan-2013

,   |  No comments  |  

ANAK AJAIB dunia maya ditemukan mati gantung diri

ANAK AJAIB dunia maya ditemukan mati gantung diri

Tokoh berbakat dunia maya yang berperan dalam menciptakan website Reddit, Aaron Swartz, meninggal dunia. Pria berusia 26 tahun ini tewas setelah mengambil nyawanya sendiri dengan cara menggantungkan diri.

Seperti yang dilansir oleh BBC (13/1), kematian Swartz ini diketahui setelah tubuhnya ditemukan dalam keadaan tergantung di dalam apartemennya sendiri di New York, Amerika Serikat. Diyakini bahwa kematiannya ini disebabkan oleh tuntutan pemerintah federal terhadapnya atas kasus penipuan.

Sebelumnya, Swartz didakwa telah melakukan tindakan ilegal dengan mengunduh jutaan jurnal ilmiah yang berada di server Massachusetts Institute of Technology, AS. Atas tindakannya ini, sebenarnya kasus Swartz sendiri akan segera disidangkan pada April 2013 ini.

Selama hidupnya, Swartz memang berjasa besar dalam dunia maya. Semenjak usia 14 tahun, Aaron Swartz juga ikut mengembangkan feed untuk website, RSS versi pertama. Atas ciptaannya ini, pengguna internet di seluruh dunia bisa menerima berita-berita terbaru dari sebuah website dengan cepat.

Dia juga berperan dalam menyebarkan berbagai dokumen-dokumen yang hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja di dunia maya. Hal ini dilakukan karena dia beranggapan bahwa segala informasi yang ada di dunia maya ini seharusnya bisa diakses oleh siapa saja.

Oleh karena itu, ketika muncul undang-undang baru yang bertujuan untuk membatasi pembajakan di dunia maya, SOPA dan PIPA, Swatrz terang-terangan menentangnya. Dia bahkan mendirikan DemandProgress yang ditujukan untuk menghalang-halangi terlaksananya undang-undang tersebut.

Ref : Merdeka.Com 14-Jan-2013
,   |  No comments  |  

Anonymous serang website MIT untuk hormati Swartz

Setelah tersiarnya kabar kematian Aaron Swartz, seluruh aktivis dunia maya mulai mengungkapkan belasungkawanya. Kali ini, Hacktivist Anonymous juga ikut mengucapkan belasungkawa dengan meretas situs MIT.

Seperti yang dilansir oleh Venture Beat (13/1), Aksi yang dilakukan oleh Anonymous ini ditunjukkan dengan menyerang website milik Massachusetts Institute of Technology, sebuah perguruan tinggi yang kerap melahirkan ahli-ahli teknologi tingkat dunia. Serangan ini dilakukan dengan merubah tampilan website tersebut menjadi sebuah halaman berlatar belakang hitam dengan tulisan berwarna merah menyala.

Dalam halaman tersebut, Anonymous menyampaikan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada Swartz merupakan penghancuran terhadap keadilan. Selama ini, Anonymous beranggapan bahwa Aaron Swartz justru telah berjasa dalam menyebarkan jurnal-jurnal ilmiah yang seharusnya berbayar secara gratis.

Atas kejadian ini, Anonymous juga meminta adanya reformasi terhadap undang-undang kejahatan komputer, penyalahgunaan hak cipta dan hak kekayaan intelektual demi terciptanya dunia maya yang bebas dan tak terkekang.

Tidak dijelaskan kenapa Anonymous memilih website MIT sebagai sarana untuk mencurahkan rasa belasungkawa mereka. Bisa jadi hal ini disebabkan karena kasus pidana yang dijatuhkan kepada Swartz akibat menyebarkan jurnal ilmiah MIT secara bebas.

Ref : Merdeka.Com 14-Jan-2013
,   |  No comments  |  

Aktivis Internet Ratapi Kematian Aaron Swartz

Aktivis Internet Ratapi Kematian Aaron Swartz
California - "Kematian Aaron Swartz adalah kerugian bagi seluruh umat manusia," tulis Jacob Applebaum, seorang hacker terkenal, melalui pesan email. Dia adalah seorang "jenius Web," tulis Lawrence Lessig, profesor hukum di Harvard Law School dan direktur Edmond J. Safra Center for Ethics di Harvard University.

Tapi setelah Swartz meninggal pada hari Jumat, Lessig bertanya-tanya tentang julukan yang pas untuk menggambarkan dirinya. Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat mendapuknya sebagai: penjahat cyber.

Aaron Swartz adalah seorang hacker-aktivis -- jamak disebut hacktivis -- dan penggiat kebebasan informasi. Ia menghadapi tuduhan federal setelah mengunduh banyak makalah akademis yang hanya bisa diakses dengan membayar dengan maksud untuk mendistribusikannya secara gratis. Ia menghadapi ancaman 35 tahun penjara dan denda US$ 1 juta.

Swartz ditemukan gantung diri di apartemennya di Brooklyn, Jumat. Dia berusia 26 tahun.

Banyak makalah yang diunduh kemudian digratiskan Swartz adalah makalah-makalah "kelas satu". Di antaranya adalah John Berryman: The Poetics of Martyrdom dan Mapping the Niger, 1798-1832: Trust, Testimony, and Ocular Demonstration in the Late Enlightenment. Atas inisiatif sendiri, JSTOR, yang makalahnya digangsir Swartz, mulai menawarkan akses gratis terbatas pada arsip tertentu hanya minggu ini.

"Aaron sangat tertekan oleh kasusnya," tulis Susan Swartz, ibu Swartz, pada situs peretas, YCombinator. "Apa yang akan dilaluinya sungguh menyakitkan." Padahal apa yang diusungnya, katanya, adalah membuka informasi seluas-luasnya dan menentang "kapitalisme" ilmu.

Kematian Swartz, disebut banyak kalangan, tak hanya memunculkan rasa berkabung yang mendalam di antara pendukungnya. Juga, mengaktifkan 'alarm' kemarahan mereka. 

Kasus ini bukan yang pertama baginya. Pada bulan Januari, 2011, Swartz ditangkap karena men-setting kebebasan informasi yang digambarkan bak membebaskan hewan dari kebun binatang. Pada tahun 2008, ia menggangsir dan membuat siapapun bisa mengakses dokumen PACER, situs berlangganan yang berisi dokumen pengadilan federal. Terakhir, dia mengunduh 4,8 juta artikel dari JSTOR.

Swartz kemudian didakwa dengan pencurian di dunia maya, penipuan, dan secara tidak sah memperoleh informasi dari komputer yang dilindungi dan merusak komputer yang dilindungi.

"Saya tidak sepenuhnya memahami alasan dia bunuh diri," kata Applebaum, yang bekerja sama dengan Swartz pada proyek-proyek keamanan maya. Applebaum kini juga menjadi  subyek dari penyelidikan federal untuk koneksinya dengan Wikileaks. "Tapi aku bisa memahami kasus yang membelitnya memberikan kontribusi pada keputusasaan yang mendalam dan depresi."

Ref : Tempo.co 13-Jan-2013
,   |  No comments  |  

Perang fisik mereda, perang dunia maya tetap berlanjut

Perang fisik mereda, perang dunia maya tetap berlanjut
Walaupun antara pihak Palestina (Hamas) dan Israel telah sepakat untuk tidak saling meluncurkan roket dan peluru, namun di dunia maya, peperangan antar keduanya masih terus berlanjut.

Menurut CloudFlare, sebuah perusahaan yang menyediakan jasa untuk memproteksi serangan DDoS mengatakan bahwa volume serangan terus berlanjut dan semakin besar dari satu minggu setelah kesepakatan damai tersebut diberlakukan.

Walaupun dapat memeriksa dan membuat grafiknya, CloudFlare tidak mengetahui siapa saja yang saling meluncurkan serangan tersebut. CloudFlare CEO Matthew Prince menjelaskan bahwa serangan tersebut terus berlanjut setelah beberapa waktu lalu sejumlah pelajar Israel berhasil membuat program untuk mengacak-acak situs-situs yang pro HamaS.

Wired (28/11) melansir bahwa pihak CloudFlare tidak berani menuduh siapa dalang di balik serangan-serangan tersebut walaupun beberapa waktu lalu Anynomous mengeluarkan pernyataan untuk tetap menyerang situs-situs Israel.

Serangan-serangan yang ditujukan ke situs-situs Israel tersebut lumayan kuat. Mayoritas jarak jangkauannya 10 Gbps dan menargetkan program web berbasis Apache. Serangan ini dikenal juga dengan nama Layer 7 yang akan membanjiri trafik server sebuah situs dan menjadikan situs tersebut down.

Kabar lain menyebutkan bahwa Anynomous adalah salah satu pihak yang sampai sekarang terus melancarkan serangan karena website mereka juga sempat rontok oleh serangan dari pihak lain beberapa waktu lalu.

Ref : Merdeka.Com 29-Nov-2012
, ,   |  No comments  |  

Israel: Hacker yang serang kita itu sama dengan teroris


Sejak awal deklarasi perang dikumandangkan oleh Anonymous, sampai saat ini banyak situs Israel yang rontok. Dalam hal ini, pihak Israel memasukkan Anonymous dalam kategori teroris dunia maya.

Sejak Operation Pillar of Defense dimulai, Times of Israel (19/11) mencatat bahwa sekitar 44 juta serangan diluncurkan para peretas dari seluruh dunia khususnya oleh hacktivist Anonymous ke Israel.

Dari banyaknya serangan yang diluncurkan, beberapa situs penting seperti, website pemerintah, militer dan yang berhubungan dengan layanan publik lumpuh. Dikarenakan serangan tersebut, Inspektur Jenderal kepolisian Israel Yohanan Danino mendeklarasikan pembentukan satu tim khusus untuk menangani permasalahan itu.

Tim yang berisikan 60 orang pakar IT tersebut akan didanai langsung oleh pemerintah. Danino mengatakan bahwa aktivitas serangan dunia maya yang diterima Israel ini dapat dikatakan sebagai serangan cyber terbesar dalam sejarah. Bahkan dia juga mengategorikan Anonymous dan peretas-peretas yang menyerang Israel ini sebagai teroris dunia maya.

Setelah tim pengaman tersebut terbentuk, pihak Israel mengatakan bahwa mereka telah berhasil mengatasi serangan-serangan yang masuk. "Kita memang menemukan lawan yang benar-benar tangguh, namun serangan mereka berhasil kita gagalkan," ungkap Carmela Avner, Israel Chief of Information Officer.

Sampai sekarang dukungan untuk membantu Anonymous berperang melawan Israel terus bertambah. Tercatat banyak hacker dari Tunisia, Maroko, Pakistan, Turki, Indonesia dan negara lainnya ikut melancarkan serangan ke Israel.

Ref : Merdeka.Com 22-Nov-2012
, ,   |  No comments  |  

Ini Situs-situs Israel yang Dilumpuhkan Anonymous !

Ini Situs-situs Israel yang Dilumpuhkan Anonymous !
London - Kelompok peretas internasional, Anonymous, meradang setelah pejabat Israel menyatakan akan menutup akses Internet dan semua saluran informasi dari dan menuju Gaza. "Tak ada penutupan akses Internet, kami akan mengawasi," kata juru bicara Anonymous dalam video yang diunggah ke YouTube.

Mereka kemudian mendeklarasikan perang cyber terhadap situs-situs milik Israel. Tepatnya sejak semalam, serangan telah dilakukan. Departemen Informasi Israel mengaku mendapatkan 60 juta kali serangan semalam namun semuanya gagal.

Berbeda dengan pernyataan pejabat Israel itu, harian The Dot melaporkan Anonymous berhasil menghapus database dari Bank of Jerusalem dan Kementerian Luar Negeri Israel. Selain menurunkan situs MSN Israel, mereka juga mencoret-coret halaman depan Windows.co.il.

Tak hanya itu, Anonymous juga disebut-sebut telah membocorkan data pribadi 5.000 pejabat Israel, berikut username dan password ke situs pencarian real estate. Mereka sempat mengambil alih situs militer IDF, Mastercard, dan membuat situs Bing offline.

Kelompok ini juga merilis apa yang disebut Anonymous Gaza Care Package. Paket peduli Gaza ini berisi instruksi dalam bahasa Arab dan Inggris tentang langkah yang harus diambil jika Israel menutup koneksi internet serta informasi cara menghindari pengawasan online.

Kelompok lain, Pakistani Cyber Army, telah menyatakan bergabung ke dalam operasi perang cyber terhadap Israel. Mereka mengklaim bertanggung jawab membajak sekitar dua lusin situs Israel yang terdaftar, termasuk satu milik Coca-Cola.

Salah satu anggotanya, yang mengidentifikasi diri hanya sebagai seorang muslim Pakistan, mengatakan kepada The Associated Press bahwa serangan terus dilakukan. "Kami tidak akan berhenti sampai mereka berhenti membunuh orang-orang dan anak-anak tak berdosa," katanya.

Ref : Tempo.co 20-Nov-2012
, ,   |  No comments  |  

Hacker Sedunia Serukan Perang Cyber Lawan Israel !

London - Anonymous, kelompok peretas yang disegani dan anggotanya tersebar di seluruh dunia, menyatakan “perang cyber” terhadap Israel. Langkah ini dilakukan setelah militer Israel mengancam akan memotong akses Internet di Gaza.

Kelompok ini sebelumnya mengklaim telah merusak lebih dari 650 website Israel. Israel menyangkal kerusakan, tapi mengakui adanya upaya peretasan lebih dari 60 juta kali.

Pasukan Pertahanan Israel gencar melakukan serangan udara terhadap sejumlah sasaran di Gaza, termasuk media center tempat jurnalis biasa berkumpul. Israel menyatakan akan melakukan serangan di “tiga front”—fisik, jaringan sosial, dan serangan cyber—terhadap Gaza.

Menteri Keuangan Israel, Yuval Steinitz, tadi malam menyatakan bahwa sekelompok peretas membombardir situs Israel dengan lebih dari 60 juta kali serangan. Namun ia mengatakan sebagian besar serangan gagal, dan satu-satunya situs yang diserang telah diperbaiki dan dapat diakses lagi dalam hitungan menit.

Namun Anonymous punya bukti sejumlah situs yang berhasil mereka “padamkan”. Kelompok ini menuliskan daftar lebih dari 650 situs Israel telah berhenti beroperasi atau dirusak sebagai pembalasan atas apa yang disebutnya “perlakuan biadab, brutal, dan keji terhadap orang-orang Palestina”.

Dalam rilis yang dipublikasikan secara online, kelompok itu mengatakan Israel telah "menyeberangi garis di pasir" dengan secara terbuka mengancam akan memutuskan semua fasilitas Internet dan telekomunikasi lainnya dari dan ke Gaza.

"Sama halnya dengan bagaimana diktator Mesir Mubarak menemui jalan berliku, kami Anonymous dan No One akan mengawasi (jika Israel benar-benar mematikan Internet ke Gaza)," demikian isi pernyataan itu.

Melalui tayangan YouTube, kelompok ini mengajak peretas di seluruh dunia untuk secara kolektif melakukan serangan, baik dengan meretas, mengganggu operasi, menghentikan operasi, membocorkan database, pengambilalihan admin, maupun aksi four oh four dan DSN terminate.

Ref : Tempo.co 20-Nov-2012
, ,   |  No comments  |  

Anonymous: Negara Zionis itu pengecut!

Anonymous: Negara Zionis itu pengecut!
Menurut pengakuan pihak Israel, sejak Rabu sampai Jumat, sekitar 422 roket diluncurkan ke Gaza. CNN melansir sedikitnya 19 orang meninggal dari serangan tersebut. Dunia mengecam. Hacktivist Anonymous pun berang.

Dengan sandi operasi yang dinamakan Operation Pillar of Defense, Israel meluncurkan ratusan roket beserta berondongan bom yang dijatuhkan dari pesawat terbang. Banyak negara mengecam sekaligus mengutuk tindakan Israel tersebut. Tidak hanya di dunia nyata, dunia maya pun ikut 'panas' akibat ulah tidak manusiawi Israel itu.

Sesaat setelah gempuran mematikan ke Gaza tersebut, banyak pengguna internet khususnya yang memiliki account di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan lainnya bereaksi terhadap serangan tersebut. Tidak hanya publik umum, hacktivist sekaliber Anonymous juga merasa geram atas aksi tersebut.

Seperti yang dilansir The Register (16/11), Anonymous telah meluncurkan 'serangan balasan' berupa DDoS ke banyak website Israel serta men-deface tampilannya. Dalam account resmi Anonymous mengatakan bahwa dalam jangka waktu 3 jam setidaknya lebih dari 40 situs pemerintah Israel dan militer rontok.

Tidak hanya itu saja, dengan sandi operasi yang mereka namakan #OpsIsrael tersebut, Anynomous mengancam akan memutuskan jaringan internet dan jaringan telekomunikasi di Israel dalam jangka waktu dekat.

Uniknya, walaupun ancaman Anonymous tersebut nyata, namun sampai sekarang Israeli Defense Forces (IDF) menyatakan tidak ada serangan yang cukup berarti, hanya beberapa situs kecil saja yang berhasil diretas. Hal ini disebabkan karena pihak Israel memiliki online security yang tangguh. Tentu saja dengan dukungan berbagai pihak.

Dalam serangannya, Anonymous selalu menampilkan satu gambar hasil roket Israel yang menghajar daerah pemukiman dengan tulisan, "We Anonymous will not sit back and watch a cowardly Zionist State demolish innocent people's lives."

Anonymous juga menuliskan dalam situsnya -Anonpaste- mereka mengajak siapa saja yang ingin membantu menyerang Israel dapat mengunduh 'racikan bom' ciptaan mereka.

Ref : Merdeka.Com 16-Nov-2012
,   |  No comments  |  

Anonymous gagal lumpuhkan Facebook

Anonymous gagal lumpuhkan Facebook
Salah satu alasan karena ingin memperingati hari ditangkapnya salah satu peretas terkenal dunia Guy Fawkes, hacktivist Anonymous beraksi dengan membabi buta. Namun, sayangnya, tidak semua website berhasil mereka lumpuhkan.

Seperti yang dilansir PC Advisor (06/11), Anonymous mempublikasikan aksinya dengan mengatakan bahwa mereka berhasil mencuri data konsumen Symantec dan ImageShack. Namun, setelah publikasi tersebut mencuat, pihak Symantec secara tegas membantah bahwa tidak ada data konsumen mereka yang berhasil dicuri atau hacktivist berhasil membobol sistem mereka.

"Tidak ada bukti bahwa data konsumen kami telah dicuri seperti yang diklaim Anonymous," ungkap Symantec.

Berbeda dengan Symantec yang langsung memberikan konfirmasinya, ImageShack sampai sekarang belum memberikan penjelasan apakah sistem mereka behasil bobol atau tidak karena serangan Anonymous ini. Selain dua situs tersebut, Anonymous juga mengatakan akan meretas Zynga serta Facebook.

Sayangnya, sampai hari ini (08/11), tidak ada indikasi bahwa Facebook atau Zynga lumpuh atau tidak dapat diakses. Boleh jadi, Anonymous berhasil merontokkan banyak situs, namun mereka kesulitan melumpuhkan Facebook dan Zynga.

Ref : Merdeka.Com 08-Nov-2012
,   |  No comments  |  

Anonymous ancam lumpuhkan Facebook dan Zynga

Anonymous ancam lumpuhkan Facebook dan Zynga
Grup hack Anonymous dilaporkan mengancam akan menyerang dan melumpuhkan website Zynga dan Facebook. Ancaman itu terkait rencana ZYnga yang akan memberhentikan lima persen karyawannya.

Ancaman tersebut disampaikan Anonymous melalui sebuah video di Youtube. Alasan mereka melakukan serangan tersebut karena perlakuan semena-mena produsen game tersebut pada karyawannya.

Selain mengancam melumpuhkan website, Anonymous juga mengancam akan menyebarkan game yang telah mereka curi dari server Zynga.

Menurut informasi The Daily Mail, Anonymous akan menyerang website Zynga dan Facebook pada 5 November.

Tak jelas maksud Anonymous ikut menyertakan Facebook dalam ancamannya. Namun upaya itu nampaknya karena kedekatan hubungan kerja antara facebook dan Zynga. Menurut laporan keuangan, 14 persen keuntungan facebook berasal dari Zynga.

Ancaman tersebut menyusul rencana Zynga merestrukturisasi perusahaannya. Upaya perbaikan tersebut dilakukan menyusul laporan pendapatan yang mengecewakan pada kuartal ketiga 2012. Salah satu upaya perbaikan adalah menutup kantor mereka di Boston dan mengurangi karyawan di kantor mereka yang lain

Ref : Merdeka.Com 29-Oct-2012.
, , ,   |  No comments  |  

Anonymous Serang Situs Pemerintah Israel

Yerusalem - Sekelompok peretas yang menamakan diri mereka Anonymous meluncurkan serangan ke situs-situs yang dimiliki pemerintah Israel. Serangan itu merupakan respon terhadap serbuan bom dan hujan amunisi ke perbatasan Gaza yang terjadi tiga hari terakhir.

"Ada banyak situs-situs Israel yang sudah kami rusak sekarang. Kami baru saja membuat daftarnya," ujar kicauan Anonymous dalam akun Twitter @YourAnonNews. Akun tersebut juga meminta para pengikutnya untuk merusak sekitar 40 situs milik pemerintah dan militer Israel.

Target terbesar Anonymous adalah situs Angkatan Bersenjata Israel dan situs Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Mereka juga berencana merusak situs-situs sejumlah perusahaan keamanan dan keuangan milik warga Israel.

Proyek ini direncanakan matang. Sebab sebelum meretas, Anonymous mengeluarkan pengumuman pencarian lowongan penutur bahasa Arab sebagai penerjemah, lalu orang-orang yang masih berada di Gaza, di luar Gaza, operator radio di Gaza, dan ahli-ahli gelombang radio.

Anonymous juga berusaha menjalin hubungan dengan warga Gaza. Meskipun kini kota kecil tersebut kekurangan listrik akibat serangan Israel. Para peretas meminta pengikutnya untuk mengabarkan bagaimana caranya tetap terkoneksi dengan dunia luar.

"Jika kalian mempunyai teman di Gaza yang masih terkoneksi telepon, berikan nomornya, dan ikuti petunjuk di http://pastebin.com/6dYqruHu," tulis akun @YourAnonNews. Petunjuk untuk mengkoneksikan Internet di Gaza mereka tulis di katatus.blogspot.com

Pada situs-situs yang sudah mereka retas, Anonymous akan menuliskan pernyataan bahwa mereka sudah menguasai situs tersebut. Mereka pun menolak untuk mengembalikan kondisi situs tersebut karena menyebut Israel sebagai "sebuah negara Zionis pengecut" karena telah menghancurkan kehidupan orang-orang tak bersalah.

Ref : Tempo.co 18-Nop-2012
, ,   |  No comments  |  

Lagi, Anonymous Ganyang Situs Pemerintah Australia

Lagi, Anonymous Ganyang Situs Pemerintah Australia
Sydney - Kelompok peretas internasional Anonymous mengatakan telah meretas sedikitnya 10 website pemerintah Australia. Mereka membuat situs-situs itu offline sebagai protes atas hukum privasi yang tak dindahkan negeri itu. Ini adalah yang ke sekian kalinya Anonymous membidik situs pemerintah Australia.

Lengan kelompok ini di Australia telah memperingatkan akan melanjutkan serangan terhadap situs berembel-embel "gov.au" sampai rencana untuk memaksa ISP menyimpan data pengguna dan membuatnya tetap tersedia untuk layanan keamanan dipeti-eskan.

Serangan dimulai setelah Perdana Menteri Julia Gillard menjawab pertanyaan kebijakan itu melalui webcam dalam sesi online Google+ Hangout pada hari Sabtu. Namun sejauh ini baru situs milik pemerintah negara bagian Queensland yang dimatikan.

Anonymous Australia mengatakan kepada news.com.au, situs itu secara khusus dipilih karena kelompok itu memiliki "bukti" bahwa usaha kecil dan menengah, departemen pendidikan, siswa dan rekening pribadi telah dilacak oleh pemerintah setempat.

"Pemerintah Australia berupaya menanggalkan hak Internet warganya dengan memaksa mereka menyerahkan password dan data penggunaan Internet," kata Anonymous Australia melalui e-mail.

Para Anon--julukan untuk peretas Anonymous--mengatakan serangan itu merupakan respons terhadap perubahan yang sedang dibahas oleh Komite Bersama Intelijen dan Keamanan Parlemen (PJCIS).

Perluasan keamanan yang diusulkan lembaga ini berarti segala sesuatu dari jaringan sosial untuk e-mail akan dipantau dan disimpan sampai dua tahun, dan badan intelijen akan diberikan akses ke situs seperti Facebook dan Twitter.

"Sementara kita tidak lagi tahu tentang banyak kegiatan pemerintah. Pemerintah kini memiliki sarana untuk mengumpulkan data dalam sebuah bank besar yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Anonymous Australia. "Kami berencana terus menargetkan situs gov.au sampai rencana itu ditolak parlemen."

Kelompok itu mengatakan tindakan ini juga dilakukan sebagai tanggapan atas penolakan permintaan Julian Assange akan diekstradisi sebagai warga negara Australia. Juga, pemenjaraan whistleblower Allan Kessing, mantan pejabat bea cukai di Bandara Sydney.

Anonymous juga menegaskan mereka berada di belakang serangan terhadap bank Dahabshiil di Timur Tengah, yang dituduhnya mendanai terorisme.

Ref : Tempo.co 24-Jul-2012
, , ,   |  No comments  |  

Hacker Bajak Telepon FBI-Scotland Yard

Hacker Bajak Telepon FBI-Scotland Yard

London - Peretas dari kelompok Anonymous telah menyebarkan telekonferensi tertutup antara FBI dan dinas intelijen Inggris Scotland Yard soal perincian investigasi kejahatan cyber internasional. FBI mengakuinya dan mengkonfirmasi hal itu adalah benar.

Dalam pembicaraan yang kini tersebar luas itu para penyidik terdengar membahas penyelidikan bersama  soal kejahatan dunia maya melalui pengadilan Inggris. Selain itu mereka mendiskusikan ihwal penyelidikan yang tengah dilakukan di New York, Baltimore, Los Angeles, dan Irlandia.

Juga dibicarakan tentang sejumlah nama yang telah didakwa di Inggris atas upaya peretasan website ​ dapat didengar pada siaran berbicara tentang orang bernama yang telah dibebankan di Inggris dengan hacking ke dalam website Biro Kejahatan Serius Terorganisasi (Serious Organised Crime Agency/SOCA).

Dalam diskusi yang panjang itu para penyidik Inggris terdengar membahas soal peretas berusia 15 tahun asal Inggris. Telepon berdurasi 15 menit itu telah disebarkan melalui Internet, tapi nama-nama beberapa orang yang dicari telah dikaburkan sang peretas.

Saat berita peretasan itu mulai tersiar, kelompok Anonymous mulai mengejek FBI. Menurut Guardian, mereka juga bertanya apakah mereka juga ingin tahu tentang bagaimana kelompok ini bisa terus memantau komunikasi internal biro itu.

"Kami menyadari video yang berhubungan dengan panggilan konferensi FBI yang melibatkan wakil PCeU (unit kejahatan cyber). Masalah ini kini sedang diselidiki oleh FBI," demikian pernyataan Scotland Yard. "Pada tahap ini tidak ada risiko operasional. Namun kami terus melakukan penilaian menyeluruh. Kami belum siap membahas [masalah itu] lebih lanjut."

Lembaga penegak hukum Inggris dikejutkan dengan kejahatan cyber yang dilakukan bocah belasan tahun beberapa waktu lalu. Mereka yang terlibat dalam aksi ini adalah para remaja lintas negara, yaitu dari Inggris, Irlandia, Jerman, dan Amerika Serikat.

Enam orang akan diadili di pengadilan Inggris atas tuduhan peretasan ke situs Internet milik Soca. Mereka termasuk Ryan Cleary, seorang remaja Inggris yang didakwa dengan lima pelanggaran. Cleary, 19 tahun, dari Wickford, Essex, ditangkap pada Juni tahun lalu. Penangkapannya itu terkait dengan serangkaian serangan cyber oleh kelompok yang disebut LulzSec.

Cleary dijadwalkan muncul di Pengadilan Southwark dengan terdakwa Jake Davis pada 11 Mei. Empat orang lain akan mulai diadili di pengadilan yang sama pada Maret.

Metode yang digunakan keenam remaja ini adalah dengan pendistribusian denial of service (DDoS) untuk menyerang tiga situs sasaran. Mereka juga membangun sebuah botnet, jaringan komputer yang terinfeksi yang dapat digunakan dalam jarak jauh untuk melakukan serangan langsung.

Ref : Tempo.co 05-Feb-2012
, ,   |  No comments  |  

Lima Hacker Tertangkap Karena Kekonyolannya

Apakah hacker atau peretas selalu orang yang pintar? Mungkin. Tapi mereka manusia, yang bisa salah atau bahkan teledor. Ketika orang mengira hacker adalah orang pintar, Alan Wlasuk, CEO dari situs 403 Web Security, justru menampilkan hacker yang sangat teledor dan konyol. Berikut lima hacker konyol itu.

1. Hacktivist Bangladesh, Shahee Mirza. 

Dia mengubah tampilan web milik Batalion Rapid Action, militer pemerintah Bangladesh. Dia menulis pesan,
"PEMERINTAH TAK MELAKUKAN APAPUN UNTUK MENGEMBANGKAN SEKTOR IT DI BANGLADESH. MALAH MEMBUAT UNDANG UNDANG ANTI CYBER CRIME. KALIAN TAK TAHU APA ITU CYBER CRIME DAN TAK TAHU BAGAIMANA MELINDUNGI DIRI SENDIRI. DENGAR, HACKER BUKANLAH PENJAHAT. MEREKA 10 KALI LIPAT DARI PADA AHLI MILIK PEMERINTAH (dibajak di Bangladesh, oleh SHAHEE_MIRZA)."
Pemuda 21 tahun itu akhirnya mendapat ganjaran kurungan sepuluh tahun.


2. iPhone Sayaka Fukuda lenyap di jalanan Kota New York. 

Tak ada jejak untuk menemukannya. Konyolnya, Daquan Mathis, si pencuri itu, malah mengambil foto dengan iPhone itu. Fotonya masih dengan pakaian yang sama saat menjambret Fukuda. Dari e-mail Fukuda yang ada di iPhone itu, Mathis mengirim foto itu ke e-mail-nya sendiri. Nahas, akun e-mail iPhone Fukuda bisa diakses di Internet. Berbekal foto dan e-mail itu, dengan mudah Mathis dilacak dan ditangkap.


3. Tahun lalu, e-mail bintang Kelly Osborne dibajak oleh hacker. 

Konyolnya, si hacker tak hanya ingin membaca e-mail lampau yang sudah dikirimkan ke e-mail tersebut. Hacker itu juga ingin membaca e-mail baru di inbox Kelly. Caranya, dia meneruskan e-mail di inbox Kelly ke e-mail-nya sendiri. Alhasil, polisi bisa langsung melacak si hacker.


4. Sammy Kamkar terkenal karena virus ‘Samy Worm’. 

Dia bertanggung jawab atas serangan virus lebih dari 1 juta akun MySpace pada tahun 2006. Di tiap akun yang dibajak, dia memampangkan banner 'Samy adalah Pahlawanku’. Samy juga membanggakan prestasi hacking ini dalam blognya. Sayang, blog itu berisi foto dirinya dengan latar yang mudah dikenali sehingga Samy mudah ditemukan polisi.


5. Eduard Lucian Mandru adalah hacker yang sangat pintar. 

Pada 2006, sistem komputer di Departemen Pertahanan Amerika Serikat menjadi korban ulahnya. Ulahnya ini tak terdeteksi selama bertahun-tahun. Karena pihak berwenang hanya punya satu petunjuk alamat e-mail (wolfenstein_ingrid@yahoo.com). Namun Mandru teledor dan tertangkap pada tahun 2009. Pasalnya, dia menggunakan e-mail yang sama dalam lamaran pekerjaan yang ia kirimkan ke beberapa lowongan.

Ref : Tempo.co 17-Oct-2011
Advertisement