Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
,   |  No comments  |  

Anonymous nyatakan #OpFreeWildan telah selesai

Kurang lebih setelah 2 hari berturut-turut serangan terhadap situs dengan domain go.id, akhirnya para peretas mulai menghentikan serangannya.

Tepatnya hari ini (02/02), Anonymous Indonesia (@anon_indonesia) dan Anon Punishment (@An0nPun1shm3nt), menyerukan agar serangan terhadap situs-situs dengan domain go.id dan situs pemerintah Indonesia lain dihentikan.


Dalam seruannya yang beredar di Internet Anonymous Indonesia menyarankan agar menghentikan serangannya, sedangkan Anon Punishment menuliskan bahwa operasi serangan terhadap beberapa situs di Indonesia telah selesai.

Memang, belum diketahui apakah nantinya dengan seruan ini, semua serangan akan total berhenti ataukah masih ada 'garis keras' yang akan tetap melancarkan agresinya.

Ref : Merdeka.Com 02-Feb-2013
,   |  No comments  |  

Petisi untuk hacker pembobol situs Presiden SBY

Dunia IT di indonesia sekarang ini sedang panas karena kasus penangkapan seorang lamers muda bernama Wildan Yani S Hari (22) karena telah men-deface situs Presidensby.info beberapa hari lalu

Terkait kasus Wildan dan serangan atas situs-situs pemerintah yang terjadi beberapa saat lalu, ada juga pihak yang membuat satu petisi keadilan untuk Wildan.

Dunia IT di indonesia sekarang ini sedang panas karena kasus penangkapan seorang lamers muda bernama Wildan Yani S Hari (22) karena telah men-deface situs Presidensby.info beberapa hari lalu.

Karena penangkapan tersebut serta informasi simpang siur yang mengatakan bahwa Wildan akan mendekam di penjara selama 12 tahun atau lainnya, menjadikan kubu Anonymous Indonesia, Anonymous dan banyak hacker lainnya berang.

Aksi protes atas kasus Wildan ini dilakukan dengan cara pelancaran serangan terhadap banyak situs pemerintah. Tidak hanya serangan saja, ada satu gerakan berupa petisi keadilan untuk Wildan.

Dalam petisi ini sang pembuat dengan nick name BixBux menginginkan dukungan semua pihak agar dapat bersama memohon untuk pembebasan Wildan. Ada satu hal yang menarik yang dapat direnungkan dalam tulisan di petisi tersebut.

"Wildan adalah seorang penjaga warnet di Jember, lulusan SMK. Karena keisengannya dia berhasil nge-hack website www.presidenSBY.info. Dari hasilnya, terlihat jelas Wildan bukan hacker professional. Sekarang Wildan dituntut 12 Tahun penjara untuk apa yang sudah dia kerjakan. Pantaskah itu? Bandingkan dengan Angelina Sondakh yang korupsi uang rakyat hanya dihukum 4,5 tahun penjara, atau Rasyid Rajasa, yang menewaskan orang lain, sampai sekarang belum juga ditangkap. ADILKAH ITU? Pakai hashtag : #OpFreeWildan untuk menyampaikan suaramu!"

Apabila Anda menganggap kasus Wildan ini berat sebelah dan ingin menyalurkan dukungannya, Anda dapat mengakses petisi tersebut di situs Change.org.

Ref : Merdeka.Com 31-Jan-2013
, ,   |  No comments  |  

Anonymous lancarkan serangan ke situs pemerintah Indonesia


Kasus Wildan, seorang tamatan STM yang berhasil mengubah tampilan situs Presidensby.info berujung protes dari banyak pakar IT Indonesia.

Beberapa hari lalu, halaman depan situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berganti. Pergantian tampilan tersebut ternyata disebabkan oleh seorang lamers muda yang berhasil mengetahui hole website dan mengganti tampilannya dengan tampilan kelompoknya.

Sang defacer yang diketahui bernama Wildan ini langsung dicokok pihak kepolisian dan diinterogasi. Dari hasil interogasinya, ternyata Wildan melakukan aksi tersebut hanya berlandaskan iseng belaka dan tidak ada muatan apapun.


Namun dikarenakan pemberitaan di media terlalu heboh, banyak orang khususnya beberapa 'orang pinter' di dunia IT yang terpancing. Salah satunya adalah hacktivist Anonymous 'cabang' Indonesia.

Karena di dalam twitnya tersebut, pihak Anon Indonesia menggunakan hashtag #OpFreeWildan serta #Anonymous, maka secara cepat twit tersebut beredar dan diikuti banyak pihak. Bahkan Anonymous 'cabang dunia' juga merespon hal ini.

Respon yang disertai dengan serangan tersebut mengakibatkan beberapa situs pemerintah berhasil rontok, seperti Bandung.Imigrasi.go.id, Indonesia.go.id dan Polri.go.id.

Sampai saat ini, hanya Bandung.Imigrasi.go.id saja yang masih belum pulih, sedangkan Indonesia.go.id dan Polri.go.id telah normal kembali. Dalam twit lanjutannya, pihak Anon segera membidik target utama Presidenri.go.id dan Presidensby.info.

Namun, saat ini pihak Anon Indonesia mengatakan untuk menghentikan serangan dulu dan akan memantau proses hukum atas kasus Wildan.

Ref : Merdeka.Com 31-Jan-2013
,   |  No comments  |  

Tiap Hari 1,25 Juta Hacker Serang Indonesia

Tiap Hari 1,25 Juta Hacker Serang Indonesia
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat pada 2011 situs-situs web dan server internet di Indonesia mengalami rata-rata 1,25 juta serangan per hari. Setiap tahun serangan peretas meningkat signifikan, berbanding lurus dengan pertumbuhan pengguna internet.

Catatan itu dari pemantauan secara langsung (real time) menggunakan teknologi anti peretasan bantuan Jepang. Pada April lalu. Kementerian Informasi, Komunikasi dan Teknologi Jepang membantu Indonesia untuk mengatasi peretasan. Pemerintah menandatangani nota kesepahaman dengan pihak Jepang untuk membahas kejahatan cyber lintas negara.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan, dengan bantuan ini, Indonesia belajar mengetahui asal peretasan sekaligus cara mengatasi serangan dari seluruh negara. "Paling banyak peretasan ini asalnya dari China dan Rusia. Motif peretasan karena bisnis," kata Tifatul di Jakarta, Senin, 7 Mei 2012.

Sementara itu Jepang adalah negara dengan serangan retasan terbesar di dunia. Negeri sakura ini memiliki Japan CERT, organisasi pemerintah yang mengawasi Internet dengan lebih dari 700 sensor tersebar di seluruh penjuru Jepang. Pada 2009, jumlah situs web dan server Internet di Jepang yang diretas telah mencapai 2 juta kali.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat pada 2011 Indonesia mengalami rata-rata 1,25 juta serangan per hari. Setiap tahun serangan peretas meningkat signifikan, berbanding lurus dengan pertumbuhan pengguna internet.

Ref : Tempo.co 07-Mei-2012
,   |  No comments  |  

Situs Resmi Kabupaten Bima Diretas

Situs Resmi Kabupaten Bima Diretas

Situs resmi Pemerintah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, www.bimakab.go.id diretas sejak awal pekan ini. Sang peretas memunculkan James0Baster pada bagian kanan atas mesin peselancar.

Jika mengklik alamat www.bimakab.go.id, muncul kotak putih dengan tulisan, @".`."@ -=[fUckIn rIppEr]=-@ ".`.". Bagian bawah boks putih tersebut ada tombol [ok] dan kalau diklik akan keluar boks putih lanjutan. Tulisannya, ***...Ayo Sekarang Yang Ini Di Baca Satu Per sAtu Lo Ya...***.

Di bawah tulisan tersebut ada boks kecil yang menjadi pilihan apakah akan melanjutkan pesan berantai atau tidak. Ini bacaannya, "Prevent this page from creating aditional dialog."

Jika Anda memilih tak melanjutkan membaca pesan berantai, maka muncul tulisan, ****WEB SEMENTARA TIDAK BISA DI BUKA****. Tapi jika pilihan sebaliknya, maka pesan-pesan berantai yang isinya tidak jelas pun akan berlanjut.

Tidak jelas siapa peretas situs ini. Hanya di bagian kanan atas mesin peselancar (browser) tertulis James0baster. Apa tujuan dari peretasan ini juga tidak jelas, karena peretas hanya mengisi pesan berantai tanpa protes, kecaman, atau verifikasi tentang suatu kejadian.

Ref : Tempo.co 29-Dec-2011
, ,   |  No comments  |  

Kominfo Seharusnya Banyak Belajar dari Hacker

Kominfo Seharusnya Banyak Belajar dari Hacker

Kasus diretasnya situs presiden Republik Indonesia, Presidensby.info oleh pelaku yang merupakan lulusan SMK di Jember, Wildan Yani Ashari (WYA), harus bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia. Hal ini penting, agar kasus serupa seperti jebolnya server maupun dialihkannya domain website pemerintah tidak terulang kembali.

Hal ini pun mendapatkan tanggapan oleh pakar telematika, Abimanyu Wachjoewidajat, yang mengatakan seharusnya pemerintah banyak belajar dari para hacker. Bahasa "pembinaan" terhadap hacker ini, menurutnya tidak tepat dan justru pemerintah yang harus menimba ilmu kepada para hacker.

"Untuk Menkominfo, bagi saya bahasanya bukan pembinaan, tetapi belajarlah kepada para hacker ini. Karena buktinya mereka lebih mampu. Ini yang jaga situs presiden SBY, dimodalin software, tetapi kemudian masih tembus, berarti ia tidak bener-benar menjaga," jelas Abimanyu kepada Okezone via telefon, Kamis (31/1/2013).

Abimanyu, yang akrab di sapa Abah ini menjelaskan bahwa dalih mengenai situs SBY hanya dialihkan Domain Name System atau DNS-nya ialah tidak benar. "Sudah jelas bahwa apa yang terjadi di situs itu ialah di-hack. Sudah dilakukan deface, tidak mungkin melakukan deface tanpa melakukan hacking," terangnya.

Ia mengatakan, pihak pengelola atau penjaga situs sebaiknya mengaku bahwa situs SBY telah berhasil disisipi. Meskipun demikian, tampilan website Presidensby.info pada 9 Januari 2013 mengalami perubahan, yang menampilkan latar belakang hitam serta tertampil tulisan "Jember hacker team". Namun, isi website kabarnya tidak mengalami modifikasi sedikitpun.

Seperti yang pernah diberitakan, situs pemerintahan sebelumnya juga pernah diserang. Bahkan, dalam pernyataannya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengatakan serangan ini bukan serangan yang ke 2 atau 5 kali.

Menurut Tifatul, di 2012, tercatat ada 36,6 juta kali serangan situs pemerintah. Artinya, 125 ribu kali sehari.

Abah mengungkapkan, situs-situs pemerintahan ini sudah sejak lama diserang oleh pihak tertentu. "Dalam telematika tidak ada kata istilah iseng. Server-nya diserang, (ujung-ujungnya) minta anggaran untuk upgrade," pungkasnya.

Ref : PlasaMSN 31-Jan-2013
,   |  No comments  |  

Hacker Ramai-ramai Serang Situs Pemerintah


Solidaritas peretas (hacker) di dunia maya rupanya sangat kuat. Setelah Polri berhasil menangkap Wildan, hacker situs presidensby.info asal Jember, sontak timbul serangan di situs-situs pemerintah. Kelompok hacker bersandi anonymous meretas website dengan domain belakang go.id.

Beberapa situs yang berhasil diganti tampilannya hingga Rabu (30/01) pagi adalah website milik Komisi Pengawas Persaingan Usaha , Biro Pusat Statisktik, KBRI Tashkent, Kemenkum dan HAM, Kemensos, Kemenparekraf dan laman Indonesia.go.id

Komunitas hacker menuntut pembebasan Wildan. Gerakan ini menggunakan sandi #OpFreeWildan di jejaring media sosial di internet. Mereka menilai penahanan Wildan tak adil karena yang dilakukannya merupakan kebebasan berekspresi.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Sutarman mengakui adanya serangan balik itu. "Tapi, tadi sudah ada laporan dari tim kalau berhasil diatasi," ujar Sutarman di PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (30/01).

Tim cybercrime Polri berada dibawah kendali Bareskrim. Tepatnya dibawah Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus yang berkantor di lantai empat. Laboratoriumnya dibiayai oleh Australia Federal Police dan beberapa penyidiknya dilatih langsung oleh polisi Australia.

Menurut Sutarman, penangkapan Wildan sudah sesuai prosedur. "Kalau ada yang tidak puas ya wajar. Ini kesempatan buat mereka (kelompok hacker) menunjukkan eksistensi," kata mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Sutarman menyarankan agar pemilik akun, website, situs, dan lainnya untuk membuat satu pengaman yang berlapis-lapis. Dia mencontohkan, salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkomsel, pernah menjadi korban keganasan hacker dan mengalami kerugian yang tidak sedikit.

"Beberapa waktu yang lalu, kita juga bisa mengungkap billing server Telkomselnya dihacker dan dia bisa seenaknya jualan pulsa. Padahal sudah diproteksi hingga tiga gate (lapis)," ujarnya.

Wildan ditangkap Jumat lalu (JP 26/01) di jember, Jawa Timur. Dia ditahan karena mengaku meretas situs www.presidensby.info pada 9 Januari lalu. Saat itu, Wildan mengganti tampilan (deface) website dengan tuntutan untuk memberikan hukuman berat pada koruptor.

Motif sementara dari hasil penyidikan, Wildan melakukan itu karena iseng. Sebelum situs presidensby.info, alumni STM Pembangunan itu juga pernah mendeface situs Polres Gunungkidul.(rdl)

Ref : PlasaMSN 31-Jan-2013
, ,   |  No comments  |  

Program Beredar Bebas, Siapapun Bisa Jadi Hacker


Istilah hacking, baru-baru ini ramai diperbincangkan pasca diretasnya situs Presidensby.info. Menurut Pakar IT, siapapun dan dari latar belakang apapun dapat melakukan kegiatan keterampilan digital tersebut.

"Melakukan hacking bukan soal kemampuan, tetapi kemauan," kata Pakar IT Abimanyu Wachjoewidajat dalam percakapan via telefon kepada Okezone, Kamis (31/1/2013). Menurutnya, siapapun yang memiliki waktu luang untuk "bercengkrama" dengan komputer serta internet, dan memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi hacker, bisa melakukan aktivitas tersebut.

Lebih lanjut ia menjelaskan, aplikasi hacking atau informasi mengenai pengalihan Domain Name System (DNS) itu bisa diakses bebas di internet. "Tinggal download aplikasi. Program itu beredar bebas. Otomatis siapapun bisa," jelasnya.

Ia mengungkapkan, apabila seseorang melakukan hacking melalui program khusus tersebut, ia tinggal memasukkan data-data tertentu. Lalu, sistem secara otomatis akan mencari, memindai dan menemukan IP atau domain yang kebetulan "lemah". Dalam kasus ini, menurutnya, kemungkinan pelaku menemukan situs SBY dalam hasil pencarian tersebut.

Dengan demikian, situs SBY itu yang kemudian "dikerjai". "Pada kasus ini, pelakunya bisa saja bukan dari Jember Team. Bisa jadi orang lain bukan jember team", tuturnya.

Abimanyu menjelaskan bagaimana polisi mampu menciduk pelaku hacking. "Polisi bisa perlahan-lahan melakukan scanning IP dari indonesia yang pernah mengakses situs SBY, baik langsung atau melalui proxy. Atau, polisi juga bisa melakukan penyamaran dan masuk ke dunia hacker," terangnya.

Fenomena hacker ini menurutnya telah ada sejak lama. Pekerjaan keahlian digital itu sendiri menurutnya bukanlah aktivitas buruk. "Hacking itu bukan aktivitas buruk. Hacking itu normal dalam teknologi telematika. Ini untuk melakukan interaksi dari satu komputer ke komputer lain," paparnya.

Ia menjelaskan, dalam sebuah sistem komputer memang ada sebagai "gerbang" yang menutupi. Oleh karena itu, fungsi hacking disini ialah sebagai mencari celah untuk masuk melewati gerbang tersebut. "Hacking ini penerobosan, tetapi dengan teknologi yang sudah ada," tambahnya.

Memang pada prakteknya, hacking ini tergantung pada niat si pelaku. Pelaku keterampilan digital ini bisa dilakukan siapa saja, kapanpun dan di manapun, termasuk anak muda atau seorang lulusan SMK, yang bekerja menjadi admin warnet. "Untuk menjadi hacker bagi anak muda, itu kan bangga dan menyenangkan," ungkapnya.

Ref : PlasaMSN 30-Jan-2013
, ,   |  No comments  |  

Protes Wildan, Hacker Serang Situs Pemerintah

Protes Wildan, Hacker Serang Situs Pemerintah

Ditangkapnya Wildan, hacker peretas situs presidensby.info memancing reaksi dari hacker lain. Salah satunya kelompok hacker Anonymous. Sejumlah situs pemerintah satu persatu diserang.

Ditangkapnya Wildan, hacker peretas situs presidensby.info memancing reaksi dari geng hacker lain. Sejumlah situs pemerintah yang berakhir .go.id satu persatu diserang.

"Government of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon http://t.co/imUWTM98," demikian pernyataan yang disampaikan hacker.

Hingga Rabu (30/1/2013) dini hari, hacker masih beraksi menumbangkan beberapa situs pemerintah. Sebagian situs tampilannya di-deface dan diganti dengan pesan berisi peringatan. Salah satunya sub domain situs Mahkamah Agung yang beralamat di rakernas.mahkamahagung.go.id.

"Wahai pemerintah, dengar suara ini. Janganlah kau menjadi tirani, dengan membekap kebebasan kami Hacker bukan perusak, Defacer bukan maling dan tukang korupsi Sehingga harus kau pasung di dalam bui.

Wahai pemerintah, bukalah mata dan telinga Kami hanya tunjukkan kelemahan di system anda Supaya anda bisa memperkuat semua akses data Kenapa harus kau hadiahi dengan penjara dan denda.

Wahai pemerintah, harusnya kau bijak dan tidak berpaling Bina kami untuk kembangkan seni hacking Karena kami selalu siap mem-backing Ketika ada serangan defacing dari negara asing."

Demikian bunyi pesan yang ditinggalkan hacker yang menamakan diri sebagai Penjaga Masjid di situs tersebut.

Menurut pantauan Liputan6.com, situs lain milik pemerintah yang sampai saat ini masih terkena deface adalah situs Bappeda yang beralamat di http://bappeda.bireuenkab.go.id.

Tampilan situs tersebut dipermak, hacker meninggalkan pesan berbunyi: "Koruptor dihukum 5 tahun penjara, defacer dihukum 12 tahun penjara". Tampak pula terpampang gambar kartun yang menyerupai tokoh Warkop bernama Kasino dan tulisan berbunyi: "Gile lu ndro,.." . Lalu di bagianbawahnya hacker meninggalkan jati diri sebagaiJomblolicious.

Aksi Mendukung Wildan di Twitter
Gerakan mendukung kebebasan Wildan pun menyeruak di situs jejaring sosial Twitter dengan hashtag #OpFreeWildan. Para pengguna Twitter mengkritik sistem penegakan hukum di Indonesia. Berikut beberapa kutipan Twitter tersebut.

@titosniper: Wildan ditangkap dalam senyap. Rasyid Rajasa bebas serasa senyap... Potret hukum Indonesia. #OpFreeWildan

@dimazpamungkas5: cuma deface 6 tahun, korupsi cuma 2 sampai 3 tahun. #OpFreeAnon #OpFreeWildan @anon_indonesia

@An0nPun1shm3nt: Government of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon pic.twitter.com/imUWTM98

Hacker juga membuat pernyataan/sikap hacker terhadap penahanan Wildan bahkan dibuat. Pesan tersebut dibuat sebagai bentuk solidaritas untuk saudara kami yang ditangkap oleh Cyber Police Indonesia. (DEW)

Ref : PlasaMSN 30-Jan-2013
,   |  No comments  |  

Peretas Situs SBY Diringkus, Hacker Internasional Berang

Peretas Situs SBY Diringkus, Hacker Internasional Berang

Kelompok peretas (hacker) yang menamakan diri mereka Anonymous berang, lantaran tidak terima dengan penangkapan 'WYA' oleh Tim Cyber Crime Mabes Polri. Dalam keterangannya, mereka tidak akan berhenti untuk meretas.

"Government of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US Anonymous OpFreeWildan FreeAnon," tulis kelompok hacker itu melalui akun Twitter-nya seperti dikutip Okezone, Rabu (30/1/2013).

Diketahui, pelaku yang diketahui merupakan remaja berinisial 'WYA' lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Jember, Jawa Timur itu, bertanggungjawab atas pemindahan Domain Name System (DNS) situs milik presiden, presidensby.ifo, beberapa waktu yang lalu.

Sikap dari Anonymous pun menggerakkan hacker Tanah Air untuk beraksi, pantauan Okezone, OpFreeWildan berhasil mengerjai sejumlah situs, di antaranya situs Bappeda.bireunkab.go.id, Rakernas.mahkamahagung.go.id. Situs tersebut diubah tampilan lamannya dengan pesan peringatan (di-deface).

(Pesan peretas yang berhasil menjaili Bappeda.bireunkab.go.id)

Ref : PlasaMSN 30-Jan-2013
,   |  No comments  |  

Penangkapan Hacker "KPU", Dani Firmansyah

Cerita seru juga lucu menyertai proses penangkapan hacker situs Tabulasi Nasional Pemilu, Dani Firmansyah. Rupanya, polisi sempat salah tangkap.

Sejak peristiwa penembusan situs TNP KPU, Sabtu sore (17/4/2004) polisi beserta tim asistensinya langsung bekerja untuk menemukan pelakunya. Langkah pertama yang dilakukan tim perburuan ini adalah menengok log KPU.

Ketika log tersebut pertama kali diserahkan kepada polisi, sudah langsung kelihatan nicknamenya Dani Firmansyah dengan asal kota Yogyakarta. Langkah berikut yang dilakukan adalah melakukan cek silang ke data pemilih Pemilu dimana juga berhasil ditemukan nama Dani Firmansyah di kota Yogyakarta. Kesimpulan awal, polisi dan tim memiliki keyakinan hacker ini berasal dari Yogyakarta dan beraksi dari Kota Gudeg itu.

Enam orang anggota tim cyber crime Polda Metro Jaya langsung dipimpin oleh Kasat Cyber Crime AKBP Petrus Golose meluncur ke Yogyakarta. Sasarannya? langsung ke rumah kos tempat buruan tinggal. Rupanya polisi harus kecele karena Dani sedang tidak berada di kamar kosnya. Tanya kanan kiri termasuk sudah mengantongi nomor ponsel buruan, diketahui Dani sudah meluncur ke Cirebon, Jawa Barat.

Selasa (20/4/2004), empat orang anggota tim berpisah untuk bergerak ke Cirebon. Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Dani Firmansyah sudah berhasil dibekuk.

Selesai? Rupanya tidak dan polisi harus kecele. Ternyata Dani Firmansyah yang Cirebon ini meski namanya persis, rupanya tidak mengerti internet sama sekali. "Di kosnya, buku komputer sama sekali ngga ada," kata salah satu anggota tim asistensi Polda yang menolak disebut namanya pada detikcom, Senin (26/4/2004).

Empat anggota tim perburuan pun putar balik lagi ke Yogyakarta dengan tangan kosong. Proses identifikasi untuk lebih mematangkan siapa sebenarnya Dani Firmansyah dilakukan. Belakangan diketahui, buruan yang sedang dicari itu memiliki nama Dani Firman Syah (Firman dan Syah dipisah) berdasarkan data pemilihnya dari KPU. Data ini rupanya muncul belakangan.

Polisi kembali mengecek ke tempat kos Dani dan dipastikan orangnya sudah tidak ada di Yogyakarta. "Sempat kepikir Dani itu lari atau bagaimana, (informasi) sudah agak-agak blank," ungkap anggota tim asistensi itu.

Pada situasi buntu inilah, polisi kemudian melakukan penyelidikan berdasarkan nickname yang mirip dengan nama penyakit kejiwaan di Internet Relay Chat (IRC). Dari sinilah, polisi kembali menemukan jalan untuk mencari Dani Firmansyah.

======================================

Nickname (nama alias) yang digunakan dalam chatting di IRC (Internet Relay Chat) menjadi salah kunci ditemukannya Dani Firmansyah, hacker situs TNP KPU. Nickname-nya terlihat di salah satu IP sebuah warnet di Yogyakarta.

Sekadar tahu, nickname yang digunakan oleh Dani Firmansyah ini mirip dengan nama sebuah penyakit kejiwaan yang kronis. Dalam penyelidikan, di Dalnet terdapat perintah last seen dimana nickname ini terakhir kali terlihat di salah satu IP di sebuah warnet di Yogyakarta. "Warnet itu tidak terlalu jauh dari kosnya," kata seorang anggota tim asistensi Polda yang menolak disebut namanya pada detikcom, Senin (26/4/2004).

Polisi bertanya-tanya, apa Dani ini posisinya ada di Yogyakarta sementara ada juga informasi yang menyebut kakinya sedang berpijak di Jakarta.

Fokus kemudian ditujukan pada IP sebuah warnet yang ada di Yogyakarta. Warnet itu bernama warnet Warna yang terletak di Jl. Kaliurang KM 8 persisnya dekat dengan Pom Bensin Banteng. Polisi mendatangi warnet untuk mencari Dani dan sekaligus mengecek apakah IP tersebut benar milik warnet tersebut.

Di warnet Warna kebetulan terdapat log pemakaian webalizer. Tim perburuan menemukan fakta yang mencurigakan dimana data pada tanggal 17 April tidak ada sementara data tanggal 1-16 April normal. "17 blank, 18 normal lagi. Padahal hacking tanggal 17, jadi mencurigakan ada apa tanggal 17? kenapa datanya blank?" ujar sumber detikcom.

Diketahui bahwa log yang terhapus itu adalah log proxy yang di Warna Warnet. Karena sudah dihapus, secara simpel tidak bisa kelacak lagi meski kemungkinan dengan software tertentu bisa di-recover. Padahal, tim juga menemukan konfirmasi dari ISP (Internet Service Provider) bahwa pada tanggal 17 Warna Warnet berjalan biasa.

"Jadi warnet itu normal beroperasi, tepat jam buka jam tutupnya. Tapi log di warnetnya kosong. Ada apa?" kata sumber itu.

Seperti diketahui, tersangka mencoba melakukan tes sistem security kpu.go.id melalui XSS dengan menggunakan IP Publik PT Danareksa 202.158.10.***. Pada layar identifikasi nampak keluar message risk dengan level low (ini artinya website KPU tidak dapat ditembus).

Pada 17 April jam 03.12.42 WIB, tersangka mencoba lagi untuk menyerang server KPU dan berhasil menembus IP tnp.kpu.go,id 203.130.***.*** serta berhasil update tabel nama partai pada pukul 11.24.16. sampai 11.34.27 WIB.

Adapun teknik yang dipakai tersangka melalui teknik spoofing (penyesatan) yaitu tersangka melakukan hacking dari IP 202.158.10.*** kemudian membuka IP proxy Anonimous Thailand 208.***.1. lalu masuk ke IP tnp.kpu.go.id 203.130.***.*** dan berhasil merubah tampilan nama partai.

Tim melakukan penyelidikan dengan cara membalik. "Bukan dari 208.***.1 (server di Thailand). Jadi kita ingin lihat apakah dia mengakses 208.***.1.

Hasil online investigasi menunjukkan bahwa Dani ini bekerja di PT Danareksa. Polisi mencoba chatting untuk mencari tahu informasi tentang Dani. Tidak sengaja tim perburuan bertemu dengan seseorang yang kenal dengan Dani. "Kebetulan sama-sama anak Kebumen. Salah satu polisi ada orang Gombong, diajak chatting Ngapak (logat Banyumasan)," imbuh sumber itu.

Gayung bersambut ketika tim menemukan salah satu IP yang ada di log KPU ada yang berasal dari Danareksa.

Belakangan diketahui, seseorang yang diajak chatting dengan polisi untuk mencari informasi tentang Dani adalah Fuad Nahdi. Sama dengan Dani, Fuad ini asli Kebumen dan merupakan admin di Warna Warnet.

"Jadi nickname-nya mengarah ke Dani, IP-nya mengarah ke tempat kerjanya Dani. Waktu habis chatting lama, Subuh kita laporin ke Jakarta." Suasana sempat tegang sebelum kemudian Kamis (22/4/2004) pukul 16.00 WIB, muncul perintah penangkapan kepada Dani Firmansyah yang berada di kantornya di Jakarta.

Kamis sore ditangkap, malamnya hampir bersamaan, Warnet Warna disita. "Adminnya kita periksa juga di Yogya, juga pemilik warnetnya. Adminnya (Fuad Nahdi-red) mau ke Jakarta atas kemauan sendiri. Sempat foto-foto di tangga pesawat. Katanya baru pertama kali naik pesawat," imbuh sumber itu.

Jumat sekitar pukul 15.00 WIB (23/4/2004) detikcom sempat mendatangi Warnet Warna dan terlihat warnet itu dalam keadaan tutup. Saat diketuk tidak seorangpun yang ada di dalam. Tetangga warnet itu menyatakan, warnet itu baru hari ini ditutup oleh pemiliknya.

Warnet berukuran 14 kali 7 meter itu menyewa ruang yang mirip ruko. Sehari setelah penangkapan Dani, pintu rolling door aluminium tertutup rapat dan papan pelang nama sudah dilepas.

Ref : DetikCom
, ,   |  1 comment  |  

Pembobolan Situs KPU

Pada pemilu 2004 lalu, ada sebuah kasus yang cukup mengegerkan dan memukul telak KPU sebagai institusi penyelenggara Pemilu. Tepatnya pada 17 April 2004 situs KPU diacak-acak oleh seseorang dimana nama-nama partai peserta pemilu diganti menjadi lucu-lucu namun data perolehan suara tidak dirubah. Pelaku pembobolan situs KPU ini dilakukan oleh seorang pemuda berumur 25 tahun bernama Dani Firmansyah, seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta jurusan Hubungan Internasional.

Pihak Kepolisian pada awalnya kesulitan untuk melacak keberadaan pelaku terlebih kasus seperti ini adalah barang baru bagi Kepolisian. Pada awal penyelidikan Polisi sempat terkecoh karena pelaku membelokan alamat internet atau internet protocol (IP address) ke Thailand namun dengan usaha yang gigih, polisi berhasil meringkus tersangka ini setelah bekerjasama dengan beberapa pihak seperti Asosiasi Penyelenggara jasa Internet Indonesia (APJII) dan pihak penyedia jasa koneksi internet (ISP/Internet Service Provider).

Belakangan diketahui motif tersangka adalah untuk menunjukkan bahwa kinerja KPU sangat buruk terutama di bidang Teknologi Informasi, namun itu tidak bisa dibenarkan dan pelaku tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ref : Museum.Polri.Go.Id
,   |  No comments  |  

Penjebol Situs KPU Divonis 6 Bulan Penjara

Penjebol Situs KPU Divonis 6 Bulan Penjara
Dani Firmansyah

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 6 bulan 21 hari penjara kepada hacker situs Komisi Pemilihan Umum (KPU), Dani Firmansyah. Dalam sidang yang berlangsung di gedung pengadilan, Kamis (23/12), ketua majelis hakim Hamdi memutuskan Dani bersalah karena telah melakukan akses ke jaringan telekomunikasi milik KPU secara ilegal dan melakukan penyerangan (attacking) ke server KPU tersebut.

Putusan yang diberikan oleh hakim telah dijalani Dani (25), di rumah tahanan (rutan) Salemba. ?Sehingga saat ini terdakwa sudah bebas,? ujar Jaksa Penuntut Umum P. Sudarsana.

Dani yang sebelumnya bekerja di PT Dana Reksa, berhasil menjebol server tnp.kpu.go.id pada 17 April lalu. Dalam aksinya tersebut, Dani berhasil menembus kunci internet protocol (IT) PT Dana Reksa. Dari situlah ia berhasil menembus server KPU tersebut.

Dani yang berhasil menjebol sever juga mengacak-acak sejumlah partai yang ikut pemilu dengan mengganti nama-nama partai tersebut. Misalnya, Partai Golkar diganti menjadi Partai Jambu, Partai Demokrat menjadi Partai Mbah Jambon, dan PKS menjadi Partai Kolor Ijo.

Dani mengaku iseng dan penasaran atas pernyataan pejabat KPU tentang sistem keamanan IT milik KPU tersebut. Dalam tuntutannya, jaksa menuntut satu tahun penjara dan denda Rp 10 juta.

Ref : Tempo.Com
, ,   |  No comments  |  

Koruptor Semakin Banyak, Hacker Jember Balas dengan Retas Situs SBY

Koruptor Semakin Banyak, Hacker Jember Balas dengan Retas Situs SBY
Kegagalan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dalam memimpin bangsa ini dalam dua periode masa kepemimpinannya menyisakan kekecewaan rakyat. Dan bak melampiaskan kekecewaan tersebut kelompok hacker dari Jember menyerang situs SBY.

Kelompok peretas tersebut menamai dirinya sebagai Jember Hacker Terorist (JHT). Mereka meretas situs beralamat presidensby.info, dengan alasan kecewa terhadap SBY yang dinilai gagal memimpin Indonesia. Bahkan koruptor semakin meningkat "Ketidakberhasilan SBY dalam memimpin negeri tercinta ini, membuat kita (JHT) melakukan pembalasan terhadap SBY," kata perwakilan JHT, seperti dilansir merdeka.com, Rabu (9/1). "Korupsi semakin merajalela, rakyat miskin di mana-mana! Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin," terangnya. JHT berujar akan terus memperjuangkan apa yang selama ini diyakininya sebagai sebuah kebenaran. "Kami tidak diam!" tegasnya.

Ref : Infospesial.Net
Advertisement